loading...

PS2 Telah 'Wafat', Ini 5 Game Terpopuler di Konsol Legendaris Tersebut!

 

Beberapa waktu lalu perusahaan asal Jepang, Sony, mengumumkan secara resmi 'kematian' dari konsol PlayStation 2 dengan memberikan layanan untuk terakhir kalinya terkait konsol legendaris tersebut.

Bisa dikatakan konsol PlayStation 2 adalah salah satu konsol yang cukup berpengaruh dalam industri video game. Banyak judul-judul keren yang kemudian menjadi franchise tersendiri pertama kali hadir pada konsol tersebut. Contohnya seperti God of War sampai Shadow of The Colossus.

Di Indonesia sendiri, perkembangan konsol ini juga cukup pesat. Mungkin hingga kini masih ada di antara kamu yang menyimpan PS2 lengkap dengan berbagai keping CD video game kesayangan. Entah itu bajakan, atau memang kamu termasuk gamers yang rajin beli original.

Nah, percaya atau tidak apa pun jenis genre favorit game kamu, pasti setidaknya Hubbers pernah memutar 7 game legendaris ini di konsol PS2. Kira-kira apa saja judul video game PS2 paling favorit di Indonesia? Simak ulasannya berikut ini!

Grand Theft Auto: San Andreas

Mustahil tidak memasukkan game karya Rockstar ini ketika sedang berbicara mengenai PlayStation 2 dan game favoritnya. San Andreas adalah salah satu video game paling laris di Indonesia.

Memang tidak ada angka penjualan pasti, tapi setidaknya hingga sekarang pasti kamu masih hafal betul tiap misi sulit dari game tersebut. Bayangkan saja, tidak hanya dahulu. Sampai sekarang pun pasti masih ada orang-orang yang memainkan GTA San Andreas melalui PC atau perangkat mobile. Jelas CJ dan kawan-kawannya sempat bikin fenomenal gamers Indonesia.

Bully

Masih berbicara mengenai karya Rockstar lain yang cukup legendaris. Apalagi kalau bukan video game Bully. Bagi yang sudah lupa, game ini bercerita tentang seorang pelajar asrama bengal yang sering melanggar aturan-aturan di sekolahnya.

Nah beberapa kelakuan usil dari protagonist utama itulah yang dijadikan gameplay. Berkat keunikannya itu, game Bully langsung menjadi favorit pemain. Sampai sekarang pun masih banyak fans yang menginginkan Bully 2 lho!

Devil May Cry

Kalau tidak ada konsol PlayStation 2, mungkin Hideki Kamiya beserta Hiroyuki Kobayashi tidak  akan menciptakan game Devil May Cry. Protagonist dari game tersebut  yang bernama Dante mungkin tidak akan pernah lahir. Devil May Cry memang pertama kali meluncur untuk konsol PS2 pada tahun 2001.

Para penciptanya sebenarnya ingin memasukan jalan cerita game ini menjadi naskah utama Resident Evil 4. Namun sayang, bagi sebagian kalangan berpendapat Devil May Cry tidak akan cocok dengan franchise itu. Akhirnya Capcom pun memutuskan untuk membangun game ini di luar dari jalan cerita Resident Evil. Sebuah keputusan yang dinilai tepat, karena penjualannya begitu pesat termasuk di wilayah Indonesia.

WWE SmackDown! Here Comes the Pain

Fighting game satu ini dipercaya mengalami puncak kejayaannya pada saat konsol PS2 laku keras. Entah karena peran televisi lokal yang turut mempengaruhi penjualan atau justru sebaliknya, yang pasti beberapa penggemar Rey Mysterio dan kawan-kawan tahu lebih banyak soal idolanya itu melalui game WWE SmackDown.

Here Comes the Pain juga merupakan pionir fitur display body damage untuk seri WWE setelahnya. Masih ingat serunya bermain bersama teman-teman lewat mode Elimination Chamber?

Tekken 5

Saat game ini diperkenalkan pada tahun 2005 silam, baru ada 32 karakter yang terdapat dalam game. Bila dibandingkan dengan sekarang, jumlahnya kini telah mencapai 70 karakter.

Tidak hanya itu, masing-masing karakter yang ada dahulu juga cukup ikonik. Sebut saja seperti Eddy Gordo yang terkenal dengan bela diri capoeira atau Hwoarang asal Korea Selatan yang sering memakai kaki untuk menyerang musuhnya. Tekken 5 juga dikenang sebagai salah satu contoh perusak stick controller PS2 di Indonesia.

Related Posts

", numPosts: 4, summaryLength: 370, titleLength: "auto", thumbnailSize: 250, noImage: "//3.bp.blogspot.com/-ltyYh4ysBHI/U04MKlHc6pI/AAAAAAAADQo/PFxXaGZu9PQ/w250-h250-c/no-image.png", containerId: "related-post-7037755808931353677", newTabLink: false, moreText: "Read More", widgetStyle: 3, callBack: function() {} };

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel