loading...

Polusi Kali Item Bisa Sebabkan 5 Penyakit Ini

Melihat Kali Item dari Segi Kesehatan (Liputan6dotcom)

Liputan6.com, Jakarta Jakarta sedang berkemas, menyiapkan diri sebagai tuan rumah Asian Games 2018 yang akan digelar Agustus nanti. Salah satu cara untuk mempercantik ibukota yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan adalah dengan membersihkan dan menutup Kali Item dengan kain waring berwarna hitam.

Kali yang terletak dekat dengan Wisma Atlet di Kemayoran tersebut memang sudah bertahun-tahun tercemar limbah rumah tangga, sehingga airnya berwarna hitam dan memunculkan bau tak sedap. Inilah kenapa, kali yang aslinya bernama Kali Sentiong ini jadi disebut Kali Item. Dan diduga sejumlah penyakit bisa menyebar akibat kondisi tersebut. 

Kondisi Kali Item

Meski sudah ditutup dengan kain waring hitam yang memakan biaya APBD hingga lebih dari 500 juta rupiah, nyatanya permasalahan polusi udara di Kali Item belum terselesaikan. Kain waring hitam tersebut terbentang hingga sepanjang 600 meter yang menutupi hanya area kali yang berdekatan dengan Wisma Atlet saja. Warna kali masih keruh dan berbau akibat endapan yang berasal dari limbah rumah tangga  yang dibuang ke kali.

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) menyebutkan bahwa penutupan sungai menggunakan jaring belum cukup efektif. Diperlukan langkah seperti pengerukan untuk membersihkan kali, sehingga baunya pun dapat berkurang.

Bahayanya terhadap kesehatan

Bau tak sedap dan warna hitam dari Kali Item menandakan terdapatnya bakteri sumber penyakit yang hidup di aliran sungai tersebut. Jika tak segera ditangani, berikut ini adalah berbagai penyakit yang mungkin menyerang para atlet Asian Games 2018 dan warga sekitar yang tinggal di bantaran Kali item.

 

1. Infeksi saluran pernapasan

Menurut New York State Department of Health, beberapa bahan kimia dengan bau yang kuat dapat menyebabkan iritasi pada hidung, tenggorokan, atau paru-paru. Bau yang kuat tersebut menimbulkan sensasi terbakar, batuk, sesak napas, atau masalah pernapasan lainnya.

Menurut dr.Anita Amalia Sari dari KlikDokter, efek gangguan pernapasan yang muncul akibat bau tak sedap di Kali Item sangat dipengaruhi beberapa faktor. Beberapa di antaranya adalah jenis zat kimia yang menyebabkan polusi, sensitivitas penciuman seseorang, dan berapa lama paparan bau busuk terhirup.

2. Diare

Polusi di Kali Item dapat mengundang lalat yang kemudian bisa menjadi perantara kuman serta bakteri penyebab diare. Apalagi, dekat kali ada kafetaria untuk atlet yang berlaga nanti, ucap dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter.

Saran yang diberikan dr. Ega adalah agar para atlet yang makan di kafeteria Wisma Atlet rajin mencuci tangan, terutama sebelum dan setelah makan. Selain itu waspadalah terhadap serangga yang mungkin berkeliaran di sekeliling tempat makan.

3. Pusing dan mual

Ketika mencium bau yang kuat, sebagian besar orang akan merasa pusing atau mual. Jika polusi berlangsung lama, maka dapat memengaruhi suasana hati, hingga menimbulkan kecemasan atau stres.

 

4. Malaria

Polusi air di Kali Item dapat menjadi media pembiakan nyamuk pembawa parasit, termasuk nyamuk Anopheles yang menyebabkan seseorang terkena malaria. Seseorang yang terkena malaria akan mengalami demam tinggi, sakit kepala, dan tubuh menggigil.

5. Keracunan

Berdasarkan situs organisasi lingkungan hidup LivPure, air limbah biasanya mengandung zat beracun jenis arsenik. Dalam Kali Item bisa saja terdapat zat arsenik yang jika terpapar dalam jangka waktu lama dapat berpengaruh terhadap kesehatan paru, ginjal, hingga kandung kemih.

Kondisi Kali Item yang menarik perhatian warga hingga media internasional ini oleh Pemprov DKI Jakarta masih diupayakan kebersihannya. Sehingga para atlet dan warga di sekitar kali pun terhindar dari berbagai gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh polusi Kali Item.

Penulis: Novita Permatasari. Sumber: Klikdokter.com

Related Posts

", numPosts: 4, summaryLength: 370, titleLength: "auto", thumbnailSize: 250, noImage: "//3.bp.blogspot.com/-ltyYh4ysBHI/U04MKlHc6pI/AAAAAAAADQo/PFxXaGZu9PQ/w250-h250-c/no-image.png", containerId: "related-post-8683139630757993871", newTabLink: false, moreText: "Read More", widgetStyle: 3, callBack: function() {} };

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel