loading...

Kasus Langka, Perempuan Ini adalah Saudara Kembar Bagi Dirinya Sendiri

KOMPAS.com - Bayangkan Anda memiliki saudara kembar, tapi saudara kembar itu adalah diri Anda sendiri.

Mungkin hal ini membuat Anda bingung dan bertanya-tanya. Tapi, seorang perempuan asal California tahu persis bagaimana rasanya.

Ia adalah Taylor Muhl, model sekaligus penyanyi cantik yang didiagnosis memiliki kondisi langka bernama Chimerism, yaitu dua DNA atau golongan darah dalam satu tubuh.

Dalam blog pribadinya, Taylor menceritakan kondisinya. "Saya adalah saudara kembar dari diri saya sendiri, atau bisa disebut saya seorang Chimera. Saya adalah saudara kembar yang menyatu dengan saudaranya saat masih ada di dalam kandungan, saya membawa susunan genetik mereka ke dalam tubuh saya sendiri," tulis Taylor sebagai pembuka blognya.

Dalam tulisannya, Taylor pun menyebut bahwa ia memiliki dua sistem kekebalan dan dua aliran darah. "Selain itu, semua yang ada di sisi kiri tubuh saya sedikit lebih besar dari sisi kanan," tulisnya.

Seperti yang bisa Anda lihat dalam foto, perut Taylor seperti memiliki tanda lahir yang menutupi salah satu sisi perut dengan pigmen warna berbeda dari sisi satunya. Menurut Taylor, itu merupakan tempat kembarannya diserap.

A post shared by (@taylormuhl) on Nov 29, 2017 at 6:02pm PST

Saat pertama kali didiagnosis sebagai manusia chimera, Taylor sangat terkejut sekaligus merasa puas karena tanda tanyanya selama ini terjawab.

"Saya merasa sangat lega dan bebas, karena untuk pertama kali dalam hidup saya, saya tahu mengapa perut saya terlihat berbeda. Sebelum itu, setiap dokter yang saya kunjungi mengatakan bahwa ini hanyalah tanda lahir. Akhirnya ini masuk akal," kata Taylor saat diwawancarai majalah People.

Dilansir Live Science, Rabu (28/2/2018), jenis chimerism yang dimilikinya adalah chimerism tetragametic.

Ini terjadi pada kasus kembar, di mana ada dua telur terpisah yang dibuahi oleh dua sperma terpisah dan menghasilkan dua zigot atau sel telur yang dibuahi.

"Keduanya bergabung dan membentuk satu manusia dengan dua garis sel yang berbeda," ujar Dr. Brocha Tarsis, ahli genetika klinis dari Rumah Sakit Anak Nicklaus di Miami yang tidak terlibat dalam kasus Taylor.

Tarsis melanjutkan, proses pembentukan ini terjadi sejak dini dalam perkembangan embrio.

Untuk mengetahui apakah seseorang merupakan manusia chimera atau tidak, bukanlah hal gampang. Pasien perlu melakukan sejumlah tes biomedis yang spesifik. Salah satunya dokter harus melakukan pengujian genetika untuk mendiagnosis kondisi ini.

Meski demikian, menurut sebuah penelitian yang terbit pada 2009 disebut bahwa manusia chimera memiliki petunjuk kecil di dalam tubuhnya, seperti memiliki warna kulit yang tidak rata seperti dialami Taylor, atau mereka memiliki warna mata yang berbeda.

Dalam beberapa kasus, seseorang didiagnosis dengan chimerism saat diketahui mereka memiliki dua jenis darah yang berbeda.

Tarsis berkata sangat sulit untuk memprediksi jaringan mana yang bisa terpengaruh. Namun umumnya satu baris sel dapat mengatasi yang lain, sehingga seseorang memiliki sebagian besar sel yang berasal dari satu rangkaian DNA, bukan perpecahan antara 50-50 garis sel.

Dalam kasus jenis kromosom seks (XX dan XY), genital internal dan eksternal seseorang dapat terpengaruh. Tarsis mengatakan, hal ini dapat mengakibatkan genital yang ambigu.

Taylor Muhl disebut memiliki saudara kembar yang juga perempuan. Ini menandakan kedua kumpulan DNA-nya mengandung kromosom wanita.

Dalam blog pribadinya, Taylor menulis bahwa chrimerism-nya menyebabkan kondisi autoimun karena tubuhnya melihat DNA milik kembarannya sebagai sesuatu yang asing. Akibatnya Taylor memiliki sejumlah alergi terhadap makanan, obat-obatan, suplemen, perhiasan, dan juga gigitan serangga.

Sebab itu Taylor kini fokus untuk menjalani gaya hidup sehat dan aktif untuk tetap menjaga kesehatannya.

Kasus manusia chimera juga pernah dilaporkan pada 2002, saat seorang wanita bernama Karen Keegan memerlukan transplantasi ginjal dan dokter bingung saat melihat tes tentang kemungkinan donor keluarga.

Tes menunjukkan Karen bukanlah ibu untuk dua dari tiga anaknya. Misteri akhirnya terpecahkan saat dokter menemukan bahwa Karen adalah manusia chimera karena kumpulan DNA di sel darah berbeda dari yang ada di jaringan lainnya.

Penulis: Gloria Setyvani Putri

Editor: Gloria Setyvani Putri

Related Posts

", numPosts: 4, summaryLength: 370, titleLength: "auto", thumbnailSize: 250, noImage: "//3.bp.blogspot.com/-ltyYh4ysBHI/U04MKlHc6pI/AAAAAAAADQo/PFxXaGZu9PQ/w250-h250-c/no-image.png", containerId: "related-post-151276132413166470", newTabLink: false, moreText: "Read More", widgetStyle: 3, callBack: function() {} };

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel