loading...

5 Hal Tentang Jonatan Christie di Mata Pelatihnya

Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, menyabet medali emas nomor perseorangan cabang olahraga bulu tangkis Asian Games 2018 dalam partai final di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (28/8/2018). Jonatan menaklukkan wakil Taiwan, Chou Tien Chen. (KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)

 

KOMPAS.com - Prestasi gemilang yang diraih seorang atlet tak terlepas dari peran dan gemblengan pelatihnya.

Demikian pula untuk Jonatan Christie alias Jojo, peraih medali emas nomor tunggal putra dari cabang bulutangkis. Prestasi Jojo menjadi perhatian karena cabang bulutangkis terakhir menyumbangkan emas dari tunggal putra pada Asian Games 2006 melalui Taufik Hidayat.

Selain peran pelatih, apa yang diraih Jojo juga tak didapatkan secara instan. Melalui perjuangan dan pengorbanan.

Hendry Saputra, pelatih kepala tunggal putra Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), mengatakan, persiapan bagi Jojo dan para pemain tunggal putra lainnya dilakukan dalam waktu lama.

"Selama di Pelatnas kita persiapan sudah lama," kata Hendry saat dihubungi Kompas.com, Rabu (29/8/2018).

Persiapan itu tak hanya fisik, melainkan juga teknik dan mental.

Bagaimana seorang Jojo di mata pelatihnya, Hendry Saputra?

1. Kenal Jojo sejak umur 10 tahun

Hendry mengaku sudah melihat bakat Jojo sejak kecil. Ia mengaku telah mengenal Jonatan Christie saat bergabung di PB Tangkas Intiland pada usia 10 tahun.

"Tapi di Pelatnas kurang lebih 3 tahun bersama," ujar Hendry.

Saat usia 15 tahun, Jojo menjadi juara di salah satu kompetisi tingkat nasional. Setelah itu, Jojo bergabung di Pelatnas.

Hendry mulai melatih Jojo di Pelatnas saat peraih medali emas Sea Gamse 2017 itu menginjak usia 18 tahun.

2. Karakter Jojo

Hendry mengatakan, Jojo merupakan salah satu atlet yang mempunyai semangat juang tinggi.

"Kalau karakter hampir sama (dengan atlet lain). Tapi saya lihat dia (Jojo) kemauannya keras, ambisinya, motivasinya bagus," ujar Hendry.

Ternyata, semangat Jojo ini telah muncul sejak kecil.

"Tinggi daya juangnya sama (dari kecil), cuma kualitasnya beda. Dulu di nasional, sekarang di dunia," kata dia.

Menurut Hendry, Jojo menjadi salah satu atlet yang mempunyai potensi bagus di tim Indonesia.

"Saya rasa banyak pemain yang seperti Jojo, tapi ini saya lihat (Jojo) salah satu bagian yang bagus lah dari tim kita, PBSI, khususnya di tunggal putra," papar Hendry.

Selain itu, Hendry menilai, Jojo merupakan sosok yang disiplin dan fokus dalam latihan.

3. Kualitas harus ditingkatkan

Jojo memang berhasil menyabet medali emas di Asian Games 2018 kategori individu sektor tunggal putra.

Akan tetapi, Hendry mengingatkan, Jojo tetap harus meningkatkan kualitas permainannya.

"Kekurangan saya rasa mungkin dari tingkat kualitasnya perlu ditingkatkan lagi," kata Hendry.

4. Belajar dari kekalahan

Dalam beberapa pertandingan selama Asian Games 2018, Jonatan Christie mengalami kekalahan pada partai beregu putra tim Indonesia.

Menurut Hendry, Jojo belajar dari kekalahannya sehingga punya motivasi yang lebih baik.

"Oke aja (recovery mentalnya), ya karena dari kekelahan kita belajar. Dari kekalahan waktu di beregu, kita bisa belajar untuk di perorangan," ujar Hendry.

Selain itu, latihan fisik, mental, dan teknik Jojo juga harus terus diasah.

5. Indonesia selalu juara

Sebagai seorang pelatih, Hendry mengaku senang atas prestasi yang ditorehkan anak didiknya. Semua ini buah dari kerja keras yang telah dilakukan.

"Karena kita sudah siapkan, kami harapkan ini jauh-jauh hari, dengan seizin Tuhan, semua berjalan baik," kata dia.

Ia berharap, kemenangan Jojo tersebut dapat dijadikan motivasi untuk lebih baik lagi. Demikian pula untuk para pemain bulutangkis lainnya.

"Kalau bisa juara terus. Jangan gampang puas diri. Fokus, berikan yang sebaik mungkin," kata Hendry.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu TamtomoInfografik Asian Games 2018: Jonatan Christie

Penulis: Mela Arnani Editor: Inggried Dwi Wedhaswary

Related Posts

", numPosts: 4, summaryLength: 370, titleLength: "auto", thumbnailSize: 250, noImage: "//3.bp.blogspot.com/-ltyYh4ysBHI/U04MKlHc6pI/AAAAAAAADQo/PFxXaGZu9PQ/w250-h250-c/no-image.png", containerId: "related-post-247442504758539685", newTabLink: false, moreText: "Read More", widgetStyle: 3, callBack: function() {} };

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel