loading...

Pasca Gempa, Bagaimana Kondisi Pariwisata di Bali dan Lombok

TRIBUNTRAVEL.COM - Kita semua tahu, Lombok adalah destinasi wisata populer di kalangan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Mulai dari pantai, bukit, gunung, kuliner, tradisi hingga budaya semua ada di Lombok.

Bicara soal pariwisata di Lombok, kita pasti terbayang putihnya pasir Pantai Senggigi, senja di Pantai Kuta Mandalika hingga gagahnya Gunung Rinjani.

Sedih rasanya mendengar kabar gempa Lombok yang menimpa saudara-saudara kita di pulau eksotik tersebut.

Apalagi, pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) sedang gencar dipromosikan.

Saat libur musim panas ini, biasanya Bali dan Lombok ramai dikunjungi wisatawan mancanagera.

Bahkan, di hari-hari biasa, pulau ini tak pernah sepi wisatawan.

Lalu, bagaimana kondisi Pariwisata di Lombok pasca gempa?

Gempa Bumi bermagnitudo 7 dengan serangkaian gempa susulan melanda Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Minggu (5/8/2018) malam.

Tak hanya di Lombok, guncangan pun sempat terasa hingga wilayah Bali.

Beberapa foto yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi penyeberangan Gili Trawangan - Pelabuhan Bangsal dipenuhi wisatawan lokal dan mancanegara.

Khawatir terjadi gempa susulan, wisatawan di Gili Trawangan memilih kembali ke Lombok.

Meski demikian, Kementerian Pariwisata memastikan pariwisata di Bali dan Lombok tetap kondusif.

Kementerian Pariwisata telah berkoordinasi dengan Pemprov Nusa Tenggara Barat, pemangku kepentingan pariwisata dan badan penanggulangan bencana.

Hasilnya, tidak ada wisatawan yang terluka atau terkena dampak gempa, dilansir dari laman Kompas.com, Rabu (8/8/2018).

Kemudian, untuk bandara Bandara Internasional Lombok dan Bandara Internasional Ngurah Rai di Bali mengalami kerusakan kecil namun tetap beroperasi.

Di Bali, gempa berdampak pada pusat perbelanjaan dan katedral di Denpasar juga Kuta dilaporkan, menyebabkan dua orang meninggal dunia.

Meski demikian, Dinas Pariwisata Provinsi Bali dan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali menegaskan dalam keterangan tertulis, Bali relatif aman pascagempa.

Dengan demikian para turis dan penduduk diharapkan agar tetap tenang, tidak panik, karena Bali aman untuk wisatawan dan pengunjung.

Crisis Center Kemenpar pun mengimbau hal yang sama agar wisatawan tetap tenang, namun waspada.

Tak lupa untuk selalu mengikuti instruksi dari pemerintah dan mendapatkan sumber informasi resmi seperti Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia.

Direktur Pemberdayaan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Lilik Kurniawan mengatakan, wisatawan yang ingin berwisata ke Bali dan Lombok tak perlu cemas pasca gempa Lombok.

Menurutnya, kondisi pariwisata di Bali dan Lombok relatif aman untuk dikunjungi.

"Untuk minggu-minggu ini silakan datang, tapi tidak ke tempat-tempat bencana."

"Bisa ke tempat indah lain, masih banyak, misal Bali, Lombok Selatan," kata Lilik kepada KompasTravel saat berkunjung ke Menara Kompas, Jakarta, Selasa (7/8/2018).

Ia menjelaskan, kawasan pantai-pantai indah di Lombok bagian selatan masih sangat bisa dan mungkin dikunjungi.

Meskipun demikian, kewaspadaan harus selalu tetap ada.

Ia juga mengatakan kini Bali tetap aman untuk dikunjungi wisatawan

Bagi travelers yang sudah merencanakan liburan ke Bali atau Lombok dalam waktu dekat, bisa terus memantau informasi dari BMKG atau BNPB.

Jangan terpancing atau takut dengan isu-isu yang tidak benar.

BMKG memiliki aplikasi yang bisa memberi informasi potensi bencana apa saja yang bisa terjadi di sekitar kita, yaitu Inarisk.

Saat ini, BMKG sedang bekerjasama dengan otoritas bandara untuk melakukan sosialisasi kepada wisatawan lokal dan mancanegara untuk menggunakan aplikasi tersebut.

Aplikasi Inarisk menyediakan beberapa bahasa, sehingga bisa digunakan siapa saja.

Related Posts

", numPosts: 4, summaryLength: 370, titleLength: "auto", thumbnailSize: 250, noImage: "//3.bp.blogspot.com/-ltyYh4ysBHI/U04MKlHc6pI/AAAAAAAADQo/PFxXaGZu9PQ/w250-h250-c/no-image.png", containerId: "related-post-1305543649877811429", newTabLink: false, moreText: "Read More", widgetStyle: 3, callBack: function() {} };

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel