loading...

Surat Pernyataan Peserta Diksar UII Tak Hentikan Pengusutan Pidana

Camp Diksar UII di Lereng Lawu. 2017 Merdeka.com/arie sunaryo

Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak mengatakan pihaknya telah meminta pertimbangan dari 2 ahli pidana dari Universitas Surakarta (Unsa) untuk menguak tabir kematian 3 mahasiswa peserta Diksar Mapala Universitas Islam Indonesia (UII). Polisi meminta pertimbangan terkait ditemukannya 37 surat pernyataan bermaterai Rp 6.000 dari para peserta diksar yang dilampirkan sebagai syarat mengikuti kegiatan tersebut.

"Dalam surat pernyataan tersebut, intinya berisi, jika terjadi kerusakan tubuh ataupun cacat, Mapala tidak bertanggung jawab," ujar Ade Safri kepada wartawan disela mengikuti koordinasi dengan Wakapolda Jateng, di Mapolresta Solo, Kamis (26/1).

Ade Safri menjelaskan kedua ahli pidana dimintai keterangan untuk mengetahui apakah surat pernyataan atau formulir bermaterai tersebut bisa menggugurkan pertanggungjawaban pidana jika terjadi tindak pidana. Hasilnya, bahwa pertanggungjawaban pidana tidak serta merta bisa hilang hanya dengan surat bermaterai seperti itu.

"Surat pernyataan itu tidak mempunyai kekuatan hukum sama sekali. Akan kita dalami kembali munculnya surat tersebut, apakah bisa memicu potensi kekerasan yang terjadi. Akan kita dalami melalui pemeriksaan ahli lainnya," tegas Kapolres.

Sebelumnya, orangtua Abyan Razaki, salah seorang peserta diklat dasar mahasiswa pecinta alam Universitas Islam Indonesia (diksar mapala UII), Budi, mengaku kecewa dan terpukul dengan kondisi anaknya yang kini terbaring di Rumah Sakit Jogja Internasional Hospital (RS JIH) sejak Sabtu (21/1). Abyan diantar oleh kakak lelaki untuk dirawat di RS JIH sepulangnya dari posko mapala.

Budi mengatakan, sebelum anaknya mengikuti acara diksar, dirinya sempat diminta menandatangani surat pernyataan oleh Abyan. Surat pernyataan dengan materai Rp 6 ribu di atasnya ini salah satunya berisikan bahwa orangtua mengizinkan anaknya untuk mengikuti acara diksar mapala.

"Di surat itu juga berisi bahwa orangtua peserta diklat tidak akan menuntut panitia apabila terjadi kecelakaan atau hal-hal yang tidak diinginkan. Waktu itu saya tanda tangani saja. Saya berpikir positif saja bahwa tidak akan ada kecelakaan atau hal lainnya yang akan terjadi pada Abyan," ungkap Budi ketika dihubungi oleh Merdeka.com, Selasa (24/1).

Terkait adanya surat pernyataan bermaterai Rp 6 ribu yang diberikan panitia kepada peserta diksar untuk ditandatangani orangtua, Muzayin Nazaruddin, selaku anggota tim Crisis Center UII yang menangani investigasi terhadap kasus itu mengatakan bahwa hingga saat ini belum mengetahui surat pernyataan tersebut secara rinci. Meskipun demikian, dirinya mengakui jika kegiatan di luar kampus memang disertai surat pernyataan.

"Surat (pernyataan) itu yang membuat Mapala (UII), bukan kampus. Akan kami selidiki. Kami pastikan (isi surat) tidak ada kata 'apabila meninggal tidak bisa menuntut'," beber Musayin.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tiga orang mahasiswa UII tewas usai mengikuti acara pendidikan dasar atau The Great Camping (GC), yang digelar Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) UII di Gunung Lawu Lereng Selatan, Tawangmangu, Jawa Tengah yang digelar pada 13 hingga 20 Januari 2017.

Ketiga mahasiswa yang meninggal adalah Muhammad Fadhli (20), Syait Asyam (20) dan Ilham Nurfadmi Listia Adi (20). Fadhli, mahasiswa Teknik Elektro UII angkatan 2015, asal Batam tewas dalam perjalanan menuju RSUD Karanganyar, Jumat (20/1). Asyam mahasiswa Teknik Industri angkatan 2015 asal Yogyakarta tewas di RS Bethesda, Yogyakarta pada Sabtu (21/1). Korban terakhir adalah Ilham mahasiswa Hukum Internasional angkatan 2015 yang tewas di RS Bethesda, Senin (23/1).

Related Posts

", numPosts: 4, summaryLength: 370, titleLength: "auto", thumbnailSize: 250, noImage: "//3.bp.blogspot.com/-ltyYh4ysBHI/U04MKlHc6pI/AAAAAAAADQo/PFxXaGZu9PQ/w250-h250-c/no-image.png", containerId: "related-post-2227315045137428007", newTabLink: false, moreText: "Read More", widgetStyle: 3, callBack: function() {} };

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel