loading...

Cerita Mereka yang Teror Penagih Utang RupiahPlus Caranya Salah

Sejumlah masyarakat terganggu dengan cara penagihan yang dilakukan salah satu layanan financial technology (fintech) RupiahPlus. Fintech tersebut menagih utang dengan cara menghubungi orang-orang yang berada di dalam kontak si peminjam. 

Alasan dihubungi karena si peminjam mengalami keterlambatan atau gagal bayar. Padahal belum tentu orang yang terdaftar di kontak adalah orang yang kenal dekat dengan si peminjam.

Salah satunya adalah Indah. Karyawan salah satu perusahaan BUMN ini pernah mengalami kejadian yang bikin dia merasa tidak nyaman. Indah mengaku pernah ditelepon oleh RupiahPlus untuk membantunya menagih utang serta mencari keberadaan si peminjam tersebut. Usut demi usut, si peminjam memang salah satu karyawan di tempat dia bekerja.

"Alasannya menurut si penagih karena teman saya itu enggak bayar-bayar," katanya kepada kumparan, Senin (2/7).

Ternyata tidak hanya Indah saja yang dihubungi tetapi teman sekantor lainnya bernasib sama. RupiahPlus menagih utang dengan cara yang sama yaitu menelepon lalu meminta si peminjam segera melunasi utang.

"Teman saya itu punya utang sekitar Rp 1,5 juta, mereka (RupiahPlus) bilang sudah telat 10 hari. Awalnya saya dan beberapa teman di kantor tapi karena dia enggak bayar-bayar jadi nyebar ke mana-mana," tuturnya.

Hal yang sama juga dirasakan teman sekantor Indah yaitu Nissa. Nissa merasa cara yang dilakukan pihak Rupiah Plus kurang pas dan mengganggu privasi seseorang.

"Caranya enggak pas dan bikin kita enggak nyaman. Kita tidak memiliki utang tapi ikut ditagih. Salah itu," tegasnya. 

Minta Maaf

Perlakuan ini jadi viral di media sosial setelah sejumlah warga mengaku dihubungi debt collector RupiahPlus dengan cara yang tidak sopan.

RupiahPlus akhirnya mengeluarkan "permohonan maaf secara resmi kepada masyarakat yang merasa dirugikan."

Dalam sebuah pernyataan kepada media, Direktur RupiahPlus, Bimo Adhiprabowo, menyatakan sangat menyesali tindakan-tindakan penagihan utang dengan cara mengancam, intimidasi, pelecehan, serta penagihan ke pihak ketiga yang tidak memiliki hubungan dengan nasabah. 

Dia menambahkan cara penagihan utang yang kontrovesial itu tidak sesuai dengan standard operating procedure (SOP) perusahaannya. 

Tindakan-tindakan penagihan utang yang melanggar tersebut sama sekali bukan bagian dari Standard Operating Procedure (SOP) resmi penagihan RupiahPlus. Karenanya kami sama sekali tidak membenarkan tindakan-tindakan tersebut, kata Bimo dalam keterangan pers yang diterima kumparan, Minggu (1/7).

Bimo juga menerangkan bahwa RupiahPlus bekerjasama dengan pihak ketiga untuk melakukan penagihan utang kepada nasabahnya. Berdasarkan penyelidikan internal, beberapa kolektor RupiahPlus telah bertindak di luar SOP yang telah ditetapkan. 

Terhadap kolektor-kolektor yang melakukan pelanggaran tersebut, RupiahPlus telah melakukan penindakan keras sesuai dengan hukum dan ketentuan yang berlaku, tambahnya.

Bimo memastikan jika penagihan utang yang kontroversial itu tidak akan terjadi kembali. RupiahPlus juga telah berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melaporkan tindakan-tindakan yang melanggar dan memperbaiki permasalahan yang membuat nasabah dan masyarakat merasa dirugikan.

Related Posts

", numPosts: 4, summaryLength: 370, titleLength: "auto", thumbnailSize: 250, noImage: "//3.bp.blogspot.com/-ltyYh4ysBHI/U04MKlHc6pI/AAAAAAAADQo/PFxXaGZu9PQ/w250-h250-c/no-image.png", containerId: "related-post-1485395609061163114", newTabLink: false, moreText: "Read More", widgetStyle: 3, callBack: function() {} };

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel