loading...

Merasakan Jadi Manusia Robot yang Tubuhnya Ditanami Chip

Russ Foxx, manusia yang ditubuhnya tertanam microchip

VIVA  Russ Foxx, pria 36 tahun asal Vancouver, Canada, menyatakan bahwa dirinya telah melakukan modifikasi di tubuhnya, dengan menanamkan microchip. Chip itu bisa membantunya untuk membuka kunci pintu depan, sepeda motor, dan bahkan laci di rumahnya.

Seperti diwartakan Daily Mail, Foxx juga melakukan perubahan di dahinya dengan memasang tanduk yang terbuat dari silikon. Selain itu, ia juga memiliki tato ultraviolet yang bisa bersinar.

Apa yang dilakukan Foxx itu sekilas mengingatkan pada tokoh fiksi Marvell, Tony Stark, yang berada di balik kostum superhero Iron Man. Hanya saja, apa yang dilakukan Foxx ini benar-benar ada di dunia nyata.

Chip yang tertanam di bawah permukaan kulitnya itu berukuran tidak lebih besar dari sebutir beras. Menurut Foxx, operasi penyematannya tidak menimbulkan rasa sakit karena implan hanya membutuhkan sekitar 2mm hingga 12mm.

Chip dalam tubuh Foxx itu dilengkapi teknologi RFID (identifikasi frekuensi radio) dan NFC (komunikasi medan dekat) yang bisa mengirim perintah dalam hitungan detik. Tidak memerlukan baterai atau pengisian daya, chip ini didukung oleh induksi elektromagnetik yang dihasilkan ketika berada dalam jarak yang cukup dekat dengan obyek yang ditunjuk.

"Saya mengidentifikasi sebagai cyborg dan saya melihat implan ini sebagai sarana untuk berinteraksi dengan dunia di sekitar saya, siapa pun yang membawa kunci bisa mendapat manfaat yang sama dari memiliki implan ini," katanya.

Setelah ditanam di bawah kulit, transponder yang dilapisi kaca tidak dapat dilihat, tetapi dapat dirasakan di bawah kulit. Chip ini juga aman dari pencurian dan dilindungi dari kerusakan fisik oleh tubuh manusia.

"Chip ini menghemat waktu saya setiap hari, tak perlu repot membawa kunci ke mana-mana, apalagi jika lupa atau harus mengingat kode akses," ujarnya.

Foxx sendiri telah melakukan sekitar 100 modifikasi di tubuhnya dengan puluhan ribu prosedur. Selain chip, tato ultraviolet, dan tanduk silikon, wajahnya juga ramai dengan tindikan, bahkan lidahnya pun dibentuk bercabang menjadi seperti lidah ular. Sedangkan di bagian telinga, ia memodifikasinya sehingga berbentuk runcing dan berlubang.

Dengan karya-karya non-konvesional pada tubuh Foxx, ia menyebut dirinya sebagai pria transhumanis. Penampilannya pun terlihat sangat nyentrik, bak robot dalam tubuh manusia.

Foxx mengakui bahwa ia tertarik melakukan prosedur modifikasi tubuh ini sejak berusia 18 tahun. "Sejak menjadi dewasa, saya menemukan diri saya tertarik pada modifikasi yang lebih fungsional yang meningkatkan kemampuan alami saya," ujarnya.

"Jika ada yang saya miliki, itu adalah tubuh saya. Saya melihat modifikasi sebagai seni dan tubuh saya adalah kanvas. "Saya mendefinisikan diri saya sebagai seorang trans-humanis. Saya berevolusi dengan teknologi dan waktu. Saya menjadi manusia yang selalu update danupgrade," katanya.

Related Posts

", numPosts: 4, summaryLength: 370, titleLength: "auto", thumbnailSize: 250, noImage: "//3.bp.blogspot.com/-ltyYh4ysBHI/U04MKlHc6pI/AAAAAAAADQo/PFxXaGZu9PQ/w250-h250-c/no-image.png", containerId: "related-post-5995732148519799112", newTabLink: false, moreText: "Read More", widgetStyle: 3, callBack: function() {} };

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel