loading...

Yuk Intip! Kisah Penemuan Eskalator, Awalnya Sebatas Gambar di Kertas

OKEZONE INNOVATION:

JAKARTA - Pusat perbelanjaan, bandara, dan tempat umum merupakan tempat yang mungkin paling sering menggunakan eskalator. Eskalator atau tangga bergerak adalah jalur alternatif dari lift yang memudahkan orang untuk berpindah dari 1 lantai ke lantai yang lainnya. Seorang pria dari Massachusetts bernama Nathan Ames dikreditkan dengan mematenkan temuannya atas eskalator pertama pada 1859. Sayangnya, hak paten atas model kerja desain temuan eskalator oleh Ames tidak pernah dibuat. 30 tahun kemudian, yaitu pada 1889, Leamon Sounder juga mendapatkan hak paten atas perangkat yang serupa dengan eskalator model Ames yang menggunakan serangkaian tipe dan saling terhubung satu dengan yang lainnya untuk membawa penumpang antar lantai. 

Namun, sama seperti Ames, temuan Souder juga tidak pernah dibangun. Souder kemudian menciptakan 4 hak paten gaya eskalator lainnya, termasuk 2 eskalator yang bergerak secara spiral. Hal yang sama terjadi dengan 4 gaya eskalator Souder, mereka tidak pernah dibuat dan hanya ada pada selembar kertas yang memiliki detail luar biasa. Sedangkan pada 1892, Jesse Reno mematenkan "Konveyor atau Lift tanpa ujung. Dengan awal yang tidak menguntungkan, Reno menciptakan sesuatu yang baru di Dermaga Besi Tua di Coney Island, New York, yaitu sebuah platform yang bergerak dan dapat mendukung penumpang dengan ban berjalan pada sudut 25 derajat ke tingkat yang lebih tinggi dari yang sekarang sering digunakan. Meski agak sulit membuat temuannya tersebut, Reno memanfaatkan keuntungannya dari usaha itu untuk memulai fasilitas produksi kecil dan akhirnya mendirikan perusahaan Reno Electric Stairways and Conveyors pada 1902. 

Mengkaji ulang hak paten yang didapatnya pada 13 Maret, ia menambahkan sabuk yang bergerak terbuat dari bagian-bagian dari besi tuang dan memiliki alur yang dipotong di dalamnya untuk menyisir orang-orang dari ujung tangga pada akhirnya, mencegah mereka tertangkap saat sabuk itu membalikkan roller akhir yang besar di bawah lantai. Namun, lagi-lagi sama seperti para penemu sebelum Escalatorthem, model eskalator dari Rebo hanya berakhir sebagai sebuah model. 3 tahun kemudian, Charles Seeberger seorang insinyur dari Chicago mengemukakan gagasan untuk eskalator tipe spiral yang juga menggunakan sabuk pengaman. Di saat yang bersamaan George Wheeler dari New York menemukan sebuah eskalator langkah datar dan menerima paten untuk desainnya. Namun, pada 1899, Seeberger membeli hak paten Wheeler, dan mengembangkan kembali bentuk eskalator tersebut. 

Desain Seeberger mirip eskalator yang digunakan saat ini, namun mereka tidak memiliki tangga bergaya sisir untuk keamanan. Seeberger akhirnya akan membeli hak paten Wheeler pada 1897 dan menggabungkan desainnya menjadi miliknya. Ia kemudian bergabung dengan Otis Elevator Company pada 1899, yang akan membangun tangga pekerja pertama yang pernah bekerja. Nama "eskalator" sendiri berasal dari kata Latin "scala", yang berarti langkah-langkah, dan kata "lift", yang digunakan Otis untuk nama pengangkatnya yang bergerak. Otis memiliki istilah eskalator sehingga pada paruh pertama abad ke-20 dan membuat produsen produk serupa lainnya harus memasarkannya dengan nama yang berbeda. Produk lainnya diberi nama "Motorstair", "Electirc Stairway", dan "Moving Stairs". Sebuah perusahaan Swiss bernama Schindler memperkenalkan eskalator versi pertama mereka pada pertengahan 1930-an.

Related Posts

", numPosts: 4, summaryLength: 370, titleLength: "auto", thumbnailSize: 250, noImage: "//3.bp.blogspot.com/-ltyYh4ysBHI/U04MKlHc6pI/AAAAAAAADQo/PFxXaGZu9PQ/w250-h250-c/no-image.png", containerId: "related-post-5372841295235136497", newTabLink: false, moreText: "Read More", widgetStyle: 3, callBack: function() {} };

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel