loading...

Perempuan Arab Saudi Jadi Pencetus Hadirnya Emoji Hijab di Apple

Di Hari Emoji Sedunia yang dirayakan pada 17 Juli lalu, Apple mengumumkan deretan emoji baru yang bakal digelontorkan di semua platform-nya mulai dari iOS, macOS, dan watchOS, pada tahun ini. Ada sekitar 56 emoji baru yang ditambahkan, dan salah satunya adalah emoji perempuan yang memakai hijab.

Siapa yang mengira, sosok yang menginisiasi kehadiran emoji hijab tersebut adalah seorang perempuan berusia 16 tahun kelahiran Arab Saudi bernama Rayouf Alhumedhi.

Perempuan yang kini tinggal di Vienna, Austria, itu mengajukan ide dari emoji itu pada tahun 2016 lalu ke Unicode Consortium, sebuah organisasi non-profit yang mengulas dan mengembangkan emoji baru.

Tentu saja ia senang melihat keinginannya dipenuhi oleh Apple. "Saya sangat senang dengan bentuk emojinya," ujar Alhumedhi, kepada CNN. "Saya melihat banyak ide, dengan gaya dan warna yang berbeda-beda tapi tidak menduga sebelumnya akan seperti apa jadinya. Saya senang karena akhirnya emoji itu keluar juga setelah semua upaya yang dilakukan, tulisan yang saya buat."

Awal Lahirnya Ide

Ide ini lahir pertama kali ketika ia berada di kamarnya di Berlin, di mana ia hidup bersama keluarganya selama lima tahun setelah pindah dari Arab Saudi.

"Saya dan teman saya membuat grup obrolan di aplikasi pesan. Dan saya sadar saya tidak memiliki emoji yang pas untuk mewakili saya. Faktanya ada jutaan perempuan yang memakai hijab di seluruh dunia yang sama herannya dengan saya," jelas Alhumedhi.

Ia kemudian membuat proposal itu di laptopnya dan mengirim ke Unicode. Alhumedhi mengaku membuatnya dengan sangat cepat dan tidak memahami betapa besar hasilnya.

Tak hanya berdiam diri, Alhumedhi pun mengumpulkan dukungan dengan menghubungi Aphee Messer, yang bekerja dengan para remaja untuk mendesain emoji.

Kontroversi

Memang banyak orang yang mendukung kehadiran emoji ini, tapi ada juga yang menyebutnya "tidak penting" dan "bagian dari simbol penindasan perempuan".

Salah seorang pendiri Reddit, Alexis Ohanian, diketahui sebagai salah satu pendukung dari proposal itu dan membuka diskusi online di mana Alhumedhi berbicara mengenai idenya dan menanggapi kritik.

Unicode Consortium menambahkan daftar emojinya dengan jumlah yang signifikan dalam beberapa tahun belakangan. Organisasi ini sudah menyetujui 2.666 emoji pada Juni, naik 722 dibandingkan dua tahun lalu.

"Emoji dapat menimbulkan kontroversi. Beberapa orang akan mencobanya dan melecehkannya, menggunakan emoji itu untuk mengejek suatu stereotip. Tapi secara keseluruhan, saya pikir masyarakat Muslim akan merasakan keuntungan dari ini. Bahkan walau hanya dalam bentuk representasi seperti ini. Itu hanya emoji. Itu bukan 'pengubah permainan'. Tapi ini akan membuat orang-orang senang. Saya harap," papar Alhumedhi.

Selain itu, melalui emoji ini juga Alhumedhi berharap bisa mempromosikan toleransi. Ia mengatakan para perempuan berhijab pun sama saja dengan orang-orang normal dalam menjalankan rutinitas sehari-hari.

"Saya ingin punya emoji yang mewakili saya, sesederhana itu. Saya ingin emoji dari diri saya," katanya.

Related Posts

", numPosts: 4, summaryLength: 370, titleLength: "auto", thumbnailSize: 250, noImage: "//3.bp.blogspot.com/-ltyYh4ysBHI/U04MKlHc6pI/AAAAAAAADQo/PFxXaGZu9PQ/w250-h250-c/no-image.png", containerId: "related-post-86638039448414223", newTabLink: false, moreText: "Read More", widgetStyle: 3, callBack: function() {} };

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel