Ads Top

Soal Rencana Laga La Liga di Amerika, Pemain Marah dan Terkejut

"Para pemain sangat marah, sangat terkejut, dan semua menentang. Ini adalah suara bulat," itulah kata-kata yang diucapkan presiden Asosiasi Pesepak Bola Spanyol (AFE), David Aganzo, setelah menggelar pertemuan dengan 20 perwakilan klub La Liga di markas AFE, Rabu (22/8/2018) waktu setempat, seperti dilansir ESPNFC.

Pekan lalu, Presiden La Liga Spanyol, Javier Tebas, mendengungkan bahwa perjanjian La Liga dengan Relevant -- perusahan olahraga dan hiburan yang juga operator International Champions Cup -- untuk menghelat laga La Liga di Amerika Serikat sudah disepakati.

Namun, ketetapan tersebut disambut arus protes. AFE menjadi kubu yang terus-menerus menyuarakan penolakan atas permufakatan itu. Ditengarai, penolakan ini tak lepas dari keganjilan-keganjilan yang ada. AFE bahkan menilai bahwa perjanjian tersebut cuma menyoal keuntungan finansial semata. 

Menurut Aganzo, ada beberapa keputusan yang didapat dari hasil pertemuan yang dihadiri oleh Sergio Ramos dan Sergio Busquets itu. Salah satunya, pemain bakal mengirim nota keberatan kepada pihak La Liga. Lalu, bagaimana jika nota keberatan itu tak mendapat tanggapan dari La Liga? AFE sudah mengantongi caranya.

"Pemain tak ingin bermain di luar negeri. Ada banyak cara yang lebih koheren dan masuk akal untuk dilakukan sebelum keputusan diambil. Keputusan sebesar itu, yang dapat memengaruhi pemain, wasit, dan fans, diambil secara sepihak," kata Aganzo.

"Saya mendapatkan informasi bahwa ada beberapa klub yang mendukung keputusan tersebut dan ada yang menentang, tetapi saya tetap menjadi wakil pemain. Kami harus menyelesaikan problem ini dengan serikat perkerja, kami akan memberi tahu mereka (pihak La Liga) tentang masalah kami. Jika dalam beberapa hari tak ada tanggapan, kami akan mencari solusi dari situasi ini."

"Keputusan La Liga tanpa berkonsultasi dengan siapa pun menunjukkan kurangnya rasa hormat mereka. Ini bukan cuma perkara permainan, tetapi kondisi pemain dan perjalanan membuat keputusan untuk laga di Amerika Serikat tak masuk akal. Terlebih, satu tim harus rela menyerahkan partai kandang," lanjut eks pemain Real Madrid itu.

Dalam pertemuan tersebut, AFE berserta perwakilan klub-klub La Liga menyoroti juga kalender dan jadwal pertandingan yang disusun operator kompetisi. Menurut Aganzo, pemain kecewa dengan jadwal ketat La Liga, yang mana pertandingan dilangsungkan pada Jumat sampai Senin.

Pada pekan pertama La Liga, sepak mula Real Madrid dan Barcelona dilakukan pukul 10:15 malam waktu setempat. Dampaknya, laga berakhir tengah malam. Karena itu banyak klub yang memutar otak untuk memperbarui jadwal sesi latihan usai laga.

"Banyak hal yang tak yang dibuat-buat, seperti bermain pada Senin. Saya meminta kepada Javier Tebas untuk memakai seragam sepak bola dan menempatkan dirinya sebagai pesepak bola," tutup Aganzo. 

Powered by Blogger.