Ads Top

Pasti Terharu! Inilah Sosok Pahlawan Sepanjang Zaman yang Sayang pada Umatnya


images-620x480


Sebelum tahun 610 M, kebencian terhadap perempuan sering terjadi di mana pun. Jika ada bayi perempuan lahir di sebuah rumah, maka rumah tersebut seperti tertimpa aib yang buruk. Keluarganya akan malu, bahkan sebagian besar bayi perempuan itu dikubur hidup-hidup oleh ayah kandungnya setelah dilahirkan.


Pada masa itu, di Arab, seorang laki-laki berkuasa penuh atas perempuan, harta maupun jiwa. Jika perempuan itu cantik, maka akan dinikahi dan akan diambil hartanya. Jika tidak cantik, maka dilarang menikah dengan laki-laki lain, agar hartanya tetap dapat dikuasai.


Seiring dengan perkembangan Islam, derajat perempuan diangkat hingga setara dengan laki-laki. Pembawa peradaban baru tersebut bernama Muhammad bin Abdullah. Beliau lahir di Mekah pada tahun 570 M, orang Arab menyebutnya tahun gajah. Sebab pada tahun itu, pasukan gajah Raja Abrahah memasuki Mekah untuk menghancurkan kakbah.


Tidak hanya bagi perempuan, bagi hewan, orang-orang miskin, dan kaum marjinal lainnya, Muhammad adalah sosok pahlawan. Sejak beliau diangkat menjadi rasul, perempuan dimuliakan. Dalam satu kisah disebutkan bahwa ketika Nabi Muhammad ditanya, siapa yang harus ia muliakan lebih dulu, maka beliau menjawab ibumu sebanyak tiga kali. Baru yang keempat ayahmu.


Dalam riwayat lain, telah diceritakan bahwa Nabi Muhammad menegur seseorang yang mengasah parang di depan kambing yang hendak disembelih. Sangking beliau menjaga adab terhadap hewan. Muhammad juga melarang orang-orang buang air di lubang tanah, sebab lubang tanah biasanya adalah sarang hewan.


Terhadap orang miskin, Nabi Muhammad mengayominya. Saat sekarat, kepada sepupu sekaligus sahabat dan menantunya, Ali bin Abu Thalib, Muhammad berpesan, Jaga salat, dan orang-orang lemah di sekitarmu. Hal yang telah beliau lakukan selama semasa hidupnya.


Di ujung hayat, dalam keadaan menghadapi sekarat yang sakitnya luar biasa, Nabi Muhammad mengucapkan tiga kata berulang, umatku, umatku, umatku. Orang-orang yang beliau khawatiri nasibnya di akhirat.


Beliau lebih dari sekadar pahlawan. Bukan hanya nabi akhir zaman, tapi juga pahlawan sepanjang zaman. I Love You Muhammad SAW.


Semoga bermanfaat



Powered by Blogger.