Ads Top

Setya Novanto Kini Harus Berbagi Sel dengan Rochmadi dan Sujendi

Petugas Kepolisian melakukan pengecekan di ruang tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat peresmian di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, 6 Oktober 2017. Tempo/Ilham Fikri.

TEMPO.CO, Jakarta  -Setya Novanto, Ketua DPR yang kini menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus korupsi proyek kartu tanda penduduk berbasis elektronik mulai Senin 20 November 2017 dinihari resmi menghuni Rumah Tahanan Kelas I Cabang KPK di Gedung Merah Putih, Jakarta Pusat. Setya Novanto kini harus terbiasa berbagi dengan kawan satu selnya selama 20 hari ke depan.

Di kamar yang berdaya tampung lima orang itu, Setya akan menghabiskan waktu bersama dua tersangka korupsi lainnya, yaitu auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rochmadi Saptogiri dan pengusaha Sujendi Tarsono. "Setya Novanto menjalani masa tahanan hingga 20 hari ke depan," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, kemarin.

Sebelum menghuni rumah tahanan KPK, Setya dirawat di lantai 7 Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana. Sebelumnya, Setya dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Ia mengalami kecelakaan setelah kabur dari upaya penangkapan oleh KPK pada Rabu malam pekan lalu.

Petugas memeriksa ruang tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat peresmian di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, 6 Oktober 2017. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Komisi antikorupsi menggelandang Setya dari RSCM ke rumah tahanan kemarin dinihari. Menurut Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif, keputusan memindahkan Setya diambil berdasarkan rekomendasi tim dokter RSCM bersama tim dokter dari Ikatan Dokter Indonesia. 

"Menurut keterangan dokter, Setya tidak memerlukan lagi rawat inap. Pembantarannya tidak dibutuhkan lagi." 

Rekomendasi tim dokter, kata Laode, juga telah disampaikan langsung kepada Setya, keluarga, dan kuasa hukumnya.

Ketika tiba di gedung KPK, Setya mengklaim telah meminta perlindungan kepada Presiden Joko Widodo, Kepala Kepolisian RI Tito Karnavian, dan Jaksa Agung M. Prasetyo. Menanggapi hal itu, Jokowi mengatakan tidak akan memberikan perlindungan kepada Setya. 

Saya sudah menyampaikan kepada Pak Setya Novanto untuk mengikuti proses hukum, kata Jokowi, kemarin. Tito Karnavian juga mengatakan Polri mendukung langkah KPK. Kita ikuti aturan hukum, proses hukum yang ada di KPK," kata Tito.

Kuasa hukum Setya, Otto Hasibuan, mengatakan pengakuan kliennya diperlukan untuk menghadapi peradilan. Setya pun akan kooperatif. Namun, menurut Otto, Setya masih lemah akibat kecelakaan pada Kamis lalu. Setya pun belum bisa berkonsentrasi. "Saya tadi lihat beliau agak linglung, kata Otto setelah bertemu dengan Setya Novanto.

ARKHELAUS W. | RIANI SANUSI PUTRI |

Powered by Blogger.