Ads Top

Lahir Dari Keluarga Boss Djarum yang Kaya Raya, Wanita Ini Justru Memilih jadi Biarawati

TRIBUNNEWS.COM - Tersebar beberapa foto di dunia maya, sosok suster yang disebut-sebut sebagai puteri dari keluarga pemilik perusahaan rokok, PT Djarum.

Foto-foto tersebut mendapat pujian dari netizen.

Pasalnya, meski terlahir dari keluarga yang super kaya, perempuan ini lebih memilih mengabdikan hidupnya di jalan Tuhan, takni menjadi Biarawati.

Seorang netizen bernama @blank_on kemudian mengungkapkan jati diri perempuan yang memiliki nama asli Maria Donna Dewiyanti Darmoko ini.

@blank_on mengatakan, Maria ternyata merupakan kerabat dari orang terkaya di Indonesia, Robert Budi Hartono.

"Ialah Maria Donna Dewiyanti Darmoko, yang kini dipanggi Sister Lucy Agnes. Ia merupakan anak dari Paul dan Cecilia Darmoko yang merupakan pemilik restoran Ayam Bulungan. Cecilia sendiri adalah saudara sepupu dari pemilik Djarum, Robert Budi Hartono.

Meskipun berasal dari keluarga orang paling tajir di Indonesia, Lucy Agnes memilih hidup sederhana dan melayani umat.

Yang paling membuat kagum adalah Lucy merupakan pengikut Mother Teresa yang dikenal sanggup hanya memiliki dua set pakaian.

Menurut, rekan-rekannya, Sister Lucy yang kuliah S2 di Amerika Serikat ini sangat setia menjalankan kaul kemiskinan dan menikmati kehidupannya," tulis @blank_on.

Netizen lain juga memberikan komentar bernada pujian kepada Lucy.

@heyylitha, "ini kan sodaranya tetangga aku
*bangga*."

@RenitaTitik, "Alhamdulillah, Pround of yo Miss."

@yonda420, "Karna uang tak sll membuat bahagia, bahagia adalah memdekatkan diri pada tuhan."

@Jubilate_7, "Keputusan hidup luar biasa seperti dunia khayalan."

@MasSuyatno1, "Dlm kelucuanya.
Kaya Miskin cuma ilusi.
Bg yg sdh kaya apakah di jamin Bahagia
Apa yg msh miskin di jamin Menderita
Ha ha ha."

@jufri_kano, "Begitulah panggilan. Mantap, Suster!"

Melansir dari Tribun Medan, Lucy merupakan pengikut dari Mother Teresa yang dikenal memiliki kebaikan hati yang sangat tinggi.

Menurut rekan-rekannya, Lucy kini tengah kuliah S2 di Amerika Serikat dan sangat setia menjalankan kaul kemiskinan dan menikmati hidupnya.

Saat berada di Kalkuta, India, Lucy yang menjadi sekretaris pimpinan kongregasi Missionaris Claris sangat sabar jika menghadapi orang yang sekarat.

Ia tanpa ragu mencabuti belatung-belatung dari luka yang membusuk di tubuh pasien.

Lucy mengaku mengalami pencerahan ketika ia dan keluarganya berlibur ke Hong kong.

"Awalnya saya sangat terganggu saat melihat begitu banyak tunawisma di jalanan Hong Kong, yang meringkuk, sakit dan kotor. Insting emosional pertama saya adalah melarikan diri saat melihat mereka dan saya hampir muntah," ujarnya.

"Saat saya meninggalkan orang-orang ini, sesuatu membuat saya melambat, seolah-olah ada yang menyuruh saya kembali kepada mereka untuk melakukan sesuatu yang baik untuk orang-orang yang tidak beruntung itu."

Sekarang Lucy tengah bertugas di Timor Timur, meski dekat dengan Indonesia, namun sangat sulit untuk menghubungi Lucy yang sengaja menghilangkan jejaknya dari publisitas.(TribunWow.com/Fachri Sakti Nugroho)

Powered by Blogger.