Ads Top

Kisah Nyata! Para Tentara Ini Saling Bunuh, yang Terjadi Besoknya Sungguh Mengharukan


01


Dalam peperangan, pertumpahan darah dan kematian adalah hal yang sudah sangat pasti terjadi. Kedua belah pihak yang bertikai berusaha untuk menghilangkan nyawa pihak lainnya, apapun caranya, yang penting demi mencapai kemenangan.


Salah satu yang menyebabkan terjadinya perang adalah kebencian terhadap pihak lawan. Kebencian mendorong seseorang untuk mengalahkan musuh atau bahkan menghilangkan nyawanya.


Akan tetapi, dalam sebuah peperangan, selalu ada pelajaran yang bisa kita petik, salah satunya adalah kisah ini :


????????????????????????????????????????????


Pada masa Perang Dunia I, ada suatu waktu dimana tentara Jerman dan Inggris yang berperang melangsungkan pertempuran di sebuah wilayah yang disebut Tanah Tak Bertuan (No Mans Land). Para tentara berperang dengan cara membuat parit-parit yang dalam dan memanjang, dimana mereka akan bersembunyi dari serangan musuh serta untuk mempersiapkan serangan.


Dikisahkan bahwa pada saat itu merupakan malam Natal, yaitu tanggal 24 Desember 1914. Pada malam itu, kedua pihak yang berperang sama-sama merayakan malam Natal. Mereka menyanyikan lagu rohani dari parit masing-masing. Beberapa dari mereka terlihat berpesta dan bertukar hadiah, meskipun sedang berada di tengah medan perang.


Esok paginya, seorang tentara dari salah satu pihak, memberanikan diri untuk naik ke atas tanah lapang tanpa senjata dan perlindungan sama sekali. Hal ini tentu menjadikannya sebuah sasaran empuk bagi serangan lawan. Akan tetapi, sungguh tak disangka, pihak lawan yang melihatnya tak bersenjata, juga mencoba untuk mendekat. Kedua tentara tersebut kemudian bersalaman, dan diikuti oleh semua rekan mereka masing-masing.


04


Sungguh mengherankan. Para tentara yang sehari sebelumnya saling menembak dan mencoba untuk membunuh satu sama lain, sekarang sedang bersalaman, berpelukan, menari, minum, dan mengucapkan selamat Natal kepada semuanya. Bahkan ada yang saling bertukar alamat agar bisa saling mengunjungi bila perang sudah berakhir nantinya. Tidak tampak adanya kebencian sama sekali dari mereka. Di puncak acara, mereka mengadakan sebuah pertandingan sepakbola antar kedua belah pihak yang berlangsung dengan sangat seru dan penuh dengan kehangatan persahabatan. Pertandingan itu lalu dikenang dengan dibangunnya sebuah monumen di Inggris.


02


Akan tetapi, kebersamaan mereka harus berakhir dengan sebuah ledakan di tempat lain yang menandakan bahwa perang segera dimulai kembali. Dengan berat hati, mereka membubarkan diri dan kembali ke parit masing-masing dan bersiap untuk berperang. Konon katanya, rasa persahabatan mereka masih sangat terasa sehingga para prajurit enggan untuk saling menyerang, sampai komandan kedua belah pihak harus mengancam akan menembak siapapun yang menolak untuk kembali berperang.


Kejadian itu dikenal dengan Gencatan Senjata Natal 1914 atau Christmas Truce 1914. Inilah bukti tidak selamanya pihak yang berperang akan membenci satu sama lain. Selama ini, ada berbagai macam alasan manusia berperang, namun apapun tujuannya, perang pasti akan menimbulkan korban dan tentu saja kesedihan akibat kehilangan orang-orang yang dicintai.



Semoga bermanfaat



Powered by Blogger.