loading...

Ini Jawaban Einstein Ketika Ditanya Apakah Ia Berdoa dan Percaya pada Tuhan


Fisikawan Albert Einstein, suatu ketika ditanya oleh seorang gadis belia kelas VI SD. Phyllis, nama gadis itu, pada Januari 1936 berkirim surat pada Einstein. Phyllis menanyakan apakah ilmuwan seperti Einstein bisa percaya pada sains dan agama sekaligus? Apakah ilmuwan berdoa?


Einstein lahir dari keluarga Yahudi. Karena itu, banyak orang meyakini manusa tercerdas ini masih memegang teguh agama itu.


Einstein Tuhan


Benarkah demikian? Jawaban Einstein terhadap surat Phyllis bisa menjawabnya.


Dalam surat balasannya, Einstein mengatakan bahwa ilmuwan percaya setiap kejadian terjadi karena hukum alam. Karenanya, ilmuwan tidak percaya jika kejadian terjadi karena dipengaruhi doa atau karena sesuatu yang bersifat supranatural.


Meski demikian, Einstein mengakui pengetahuan ilmuwan tentang dunia ini tidak pernah sempurna. Karena itu, ilmuwan masih bergantung pada apa yang dinamakan iman.


Ilmuwan juga percaya bahwa roh bisa terwujud dalam hukum alam yang jauh lebih unggul melampaui manusia. Ini membuat pengkajian ilmu pengetahuan yang dilakukan ilmuwan mengarah pada religiusitas dan spiritualitas yang istimewa, yang berbeda dengan kebanyakan orang.


Dalam suratnya itu, Einstein juga memberi isyarat bahwa ia penganut panteisme. Panteisme adalah paham yang menyamakan Tuhan dengan kekuatan-kekuatan dan hukum-hukum alam semesta. Segalanya identik dengan Tuhan dan menjadi satu dengan Tuhan.


Aku percaya pada Tuhan yang mewujudkan dirinya dalam harmoni alam semesta. Bukan Tuhan yang memperhatikan dirinya sendiri lewat takdir dan perbuatan manusia, kata Einstein.


Itulah Einstein. Sebagai ilmuwan, pandangannya tentang Tuhan memang jauh lebih rumit dari orang awam.


Semoga bermanfaat



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel