Ads Top

Astaga! Alasan Anak Ini Tidur di Tengah Jalan Sungguh Mengejutkan


Kisah mengejutkan diceritakan Arham Rasyid melalui akun media sosialnya. Cerita yang ditulis pada Jumat (19/5) oleh Arham pun kemudian viral di media sosial.


Arham menuturkan bahwa dia mengambil 2 foto tersebut setahun yang lalu. Foto sebelah kiri diambil tahun 2016 dan satunya lagi (foto kanan) diambil tahun 2017. Pada saat pengambilan foto yang pertama di tahun 2016, Arham mengaku dikagetkan oleh seorang anak yang terkapar di tengah jalan.


629969-1000xauto-arham-rasyid


Hampir gw lindas. Gw buru-buru turun dari motor, lalu menariknya ke pinggir trotoar, lalu lintas pun sempat dibuat macet. Pengendara lainnya otomatis berhenti. Anak ini dikerumuni, jadi tontonan. Pikir kami, mungkin dia korban tabrak lari, ujar Arham.
Belum sempat dibawa ke rumah sakit, tiba-tiba bocah ini tersadar dan cengengesan dengan mata tetap tertutup. Setelah diteliti, ternyata bocah ini mabok lem.


Sudah, pak. Tinggalkan saja di situ, sebentar juga bangun sendiri. Sudah biasa dia seperti itu, ujar seorang warga.


Bocah ini ternyata satu dari sekian banyak anak jalanan yang sering meresahkan di lampu merah. Namun keadaan setahun berikutnya sungguh membuat Arham kaget karena kondisi sangat berbeda dari bocah yang sempat ingin ia tolong tersebut.


Saat itu (saat pengambilan foto pertama), setelah memindahkan ke trotoar yang lebih aman, gw kembali melanjutkan perjalanan. Sempat terbersit niat ingin menjitaknya terlebih dulu, secara sudah dibuat dongkol, buang waktu gw saja. Tapi kembali lagi gw kasian, gimana kira-kira kalo ponakan atau ada keluarga yg seperti itu. Nah, foto di sebelahnya itu gw jepret kemarin (Kamis, 18/5). Gak sengaja ketemu anak ini lagi. Dia sedang mengatur sandal-sandal jamaah di pelataran masjid. Masyaallah.. ada perasaan nyesek. Menyesal rasanya pernah ingin menjitaknya. Setahun ternyata waktu yang cukup mengubah seseorang. Entah dapat hidayah, atau lingkungan pergaulan yang mengubahnya, gw juga gak ngerti.


Setelah keluar masjid, gw langsung menemuinya. Gw merogoh dompet, rencana mau sedekah. Ia memang mengadahkan tangan pada setiap jamaah. Tapi sebelum ngasih duit, gw tanya-tanya terlebih dulu. Uangmu ini nantinya untuk apa? dia diam gak menjawab. Mau beli makanan ya? dia tetap diam. Gw kemudian iseng bertanya atau mau dipake beli lem? Hehe.. Gak gw duga dia mengangguk. Oalaaaah gak jadi gw kasih duit. Ini namanya twist ending. Gagal jadi tulisan motivasi deh, ujarnya.


Semoga bermanfaat



Powered by Blogger.