Ads Top

5 Hal Mengenai Peringatan Hari Waisak yang Penting untuk Diketahui

TRIBUNWOW.COM - Hari sukacita, kedamaian, dan refleksi Waisak oleh umat Budha akan dirayakan pada Selasa (29/5/2018).

Di Indonesia, Hari Waisak juga diadakan di candi Borobudur yang puncaknya ketika semua orang berkumpul di halaman candi dan melepaskan lentera.

Tujuan dari pelepasan lentera tersebut agar doa mereka dapat segera tersampaikan.

Sementara di Singapura, India, Sri Lanka, dan negara Asia lainnya, perayaan Waisak ini dirayakan secara tradisional.

Berikut ini 5 hal yang belum banyak diketahui menurut situs The asian parent yang dikutip Tribunwow.

1. Waisak Dalam Kalender Lunar Buddhis

Waisak adalah hari yang sangat penting pada kalender lunar Buddhis.

Hal ini terkait dengan perayaan tiga peristiwa besar dalam kehidupan sang Buddha.

Tiga peristiwa tersebut ialah kelahiran, pencapaian pencerahan, serta kepergiannya ke nirvana.

Menurut kitab suci Buddhis, kejadian tersebut terjadi pada masing-masing bulan purnama di bulan lunar Waisak.

2. Melakukan Perbuatan Baik Saat Perayaan Waisak

Saat Waisak, umat Buddha menegaskan kembali komitmen mereka untuk menjalankan gaya hidup yang bermoral dan penuh berbelas kasih.

Banyak dari Umat Buddha percaya bahwa melakukan perbuatan baik saat Waisak akan mendapatkan dua kali lipat kebaikan.

3. Perbuatan Baik Pada Makhluk Lain

Saat Hari Waisak, umat Buddha menjadi vegetarian, burung-burung yang dikurung dilepaskan sebagai syarat simbolis dari berbelas kasih.

Selain itu umat Buddha juga memberikan kebaikan dengan berbagi makanan, donor darah, dll.

Kebaikan-kebaikan yang dilakukan oleh individu maupun tempat ibadah ini dikenal sebagai 'Dana'.

4. Umat Buddha Mahayana dan Theravada Merayakan Waisak Secara Berbeda

Mayoritas penganut Buddha Mahayana merayakan di kuil dengan mempraktikkan ritual 'tiga langkah, satu tujuan' di mana umat Buddha mengambil langkah dengan menggunakan kedua lutut dan membungkuk setiap langkah ketiga.

Sedangkan penganut Buddha Trevada merayakan Waisak dengan ritual memasak sepanci nasi dalam susu, di mana makanan tersebut merupakan makanan terakhir Sang Buddha sebelum puasa panjang menuju pencerahan.

5. Siapapun Bisa Bergabung dengan Perayaan Waisak

Perayaan Waisak tidak hanya diperuntukkan untuk umat Buddha saja.

Semua umat bisa ikut merayakan maupun berpartisipasi dalam perayaan ini. (Tribunwow/Tiffany Marantika)

Powered by Blogger.