loading...

Inilah Jawaban Anies Baswedan Terkait Pelaporan dari Pidatonya yang Menyebut Istilah Pribumi


867a790c-c875-4f76-862b-ea904009bfe6_169


Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan baru-baru ini dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri akibat dari pidatonya yang menyebut istilah pribumi saat pidato politiknya di Balai Kota, Jakarta.


Dilansir dari liputan6.com, ketika dimintai keterangan saat kunjungannya bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Sekolah Dasar (SD) Negeri 07 Anies enggan menanggapi pelaporan ke Bareskrim Mabes Polri yang ditujukan kepadanya.


No comment ya, no comment saya, kata Anies.


Anies dilaporkan Jack Boyd Lapian dari Gerakan Pancasila didampingi sejumlah anggota organisasi sayap PDI Perjuangan, Banteng Muda Indonesia pada Selasa, 17 Oktober 2017 malam. Pelaporan tersebut atas tuduhan tindak pidana diskriminatif ras dan etnis.


Kami lakukan laporan polisi terkait adanya dugaan tindak pidana diskriminatif ras dan etnis yang diduga dilakukan oleh Gubernur DKI terpilih saat sesi acara gubernur di Pemprov DKI Jakarta. Banteng Muda Indonesia sebagai saksi, kata kata kuasa hukum pelapor, Rudi Kabunang di Bareskrim Polri, Gambir kemarin.


5539956775


Laporan yang dibuat Jack diterima dengan nomor LP/1072/X/2017/Bareskrim. Menurut Jack, kalimat pribumi yang dilontarkan Anies dalam pidatonya dikhawatirkan dapat memecah belah bangsa.


Karena saya lihat ini memecah belah Pancasila. Pada Pancasila tak ada lagi apa bahasamu, apa ras, semua menjadi satu, ucap Jack.


Dalam pidatonya, Anies Baswedan menyebut Jakarta merupakan sedikit tempat di Indonesia yang merasakan penjajahan selama berabad-abad. Rakyat pribumi ditindas dan dikalahkan oleh kolonialisme. Kini setelah merdeka, saatnya kita jadi tuan rumah di negeri sendiri, ujar Anies.


Semoga bermanfaat



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel