Ads Top

Seorang PRT Dipenjara di Singapura Karena Menerima Uang Curian dari Pacar Online-nya


NWS_20130625_ANA_021_28047890_I1


Seorang pembantu rumah tangga asal Filipina di Singapura dijatuhi hukuman sembilan bulan penjara karena dengan sengaja menerima barang curian dan uang tunai senilai lebih dari $ 100.000 dari pacar online-nya, menurut sebuah laporan di The Straits Times pada hari Senin.


Laporan tersebut mengatakan bahwa Filipina, yang diidentifikasi sebagai Shirley Navarrete Nalangan, 52, mengaku bersalah atas ketidakjujuran karena menerima $ 132.121.50 di rekening bank Singapura pada tanggal 2 Januari 2014 dari seorang Albert Analdez.


NP_20170613_SQMAID13_1571414


Analdez, yang diduga berasal dari Kentucky di Amerika Serikat, diduga bertemu dengan Nalangan di sebuah situs kencan pada bulan Agustus 2012 dan berkencan dengannya sampai saat penangkapannya.


Ng Boon Gan, pengacara Filipina tersebut, mengatakan bahwa Analdez meminta bantuan Nalangan pada bulan Oktober 2013 untuk menerima uang yang konon digunakan sebagai pembayaran kepada perusahaan pembiayaan di Malaysia untuk mendapatkan keuntungan dari proyek rekayasa yang dilibatkannya.


Nalangan membuka rekening bank pada bulan Desember atas permintaan Analdez meskipun dia merasa was-was atas penolakannya untuk menguraikan penggunaan dan sumber uang tersebut.


Dia menerima P132,121.50 melalui akun pada tanggal 2 Januari 2014 dan menarik $ 4.000 untuk dikirim ke Razniati Mohd Radzi di Malaysia melalui Western Union, kata laporan tersebut.


Terungkap bahwa uang itu telah salah ditransfer dari rekening Imperial Bank of Commerce Kanada dari Fahmi El Hosseny setelah bank tersebut menerima beberapa email palsu untuk permintaan perpindahan kawat pada bulan Desember 2013.


Departemen Urusan Komersial Singapura diberitahu tentang kasus ini pada tanggal 3 Januari 2014 setelah El Hosseny mengkonfirmasi bahwa dia tidak mengirim email ke CIBC, yang menyebabkan penangkapan Nalangan.


The Straits Times melaporkan bahwa Nalangan bisa saja didenda dan dihukum lima tahun penjara.


Semoga bermanfaat



Powered by Blogger.