Ads Top

Inilah 4 Makanan Ter-unik di Indonesia Guys!


Jika mau dibuat buku, tebal buku ragam kuliner Indonesia itu mungkin akan melebihi ketebalan buku kamus!


Baru mengulik jenis makanan yang sering dijajakan di suatu daerah saja sudah banyak jenisnya. Apalagi kalau kita mencoba mencari lebih dalam lagi makanan yang sudah punah atau malah sudah tidak dibuat lagi karena kalah populer dengan sushi, udon dan pizza.


Sebelum makanan-makanan ini tinggal nama saja, alangkah baiknya kita sebagai generasi muda bisa mengenal lebih dekat beberapa nama makanan yang bisa dibilang jarang terdengar di kancah kuliner nusantara. Siapa tau, dengan lebih kenal akan membuat beberapa dari kita tergerak untuk melestarikan atau malah mempopulerkan lagi makanan-makanan tersebut.


1. Tempoyak



Populer di daerah Palembang, Bengkulu, Lampung dan Jambi, tempoyak adalah makanan yang berasal dari buah durian yang difermentasi. Biasa dikonsumsi sebagai lauk yang dimakan dengan nasi, citarasa dari tempoyak adalah asam akibat fermentasi bahan bakunya yaitu durian.


Tempoyak dibuat dengan menggunakan daging buah durian lokal yang masak atau yang sudah terlalu matang. Beri garam lalu simpan di wadah tertutup. Sebaiknya proses fermentasi daging durian ini dilakukan dalam suhu ruangan demi mempercepat prosesnya.


Tempoyak yang sudah berumur 3-5 hari sudah bisa diolah menjadi sambal tempoyak, dimasak dengan campuran daging ayam atau dibuat menjadi sambal goreng udang.


2. Mandai.



Mandai adalah sebutan untuk kulit cempedak yang sudah melalui proses fragmentasi dan dijadikan lauk pendamping nasi. Mandai sangat populer di kalangan masyarakat Kalimantan, terlebih bagi orang Banjar.


Untuk membuat Mandai yang enak, kulit cempedak yang digunakan harus berasal dari buah cempedak yang matang. Kulit yang digunakan dari buah cempedak adalah kulit bagian dalam yang terlihat seperti gabus. Potong-potong bagian dalam kulit cempedak, rendam dengan air garam selama tiga hari atau sebulan, paling lama. Tekstur Mandai akan tergantung dari seberapa lama proses perendaman ini.


Penyajian Mandai bisa disajikan dengan digoreng terlebih dahulu atau di oseng dengan bahan dan bumbu lain.


3. Panada.



Panada adalah kue berbentuk pastel dengan isian ikan cakalang dimasak panpis, dan merupakan kue khas dari Manado. Dimasak panpis maksudnya, ikan cakalang yang telah disuir-suir kecil dimasak dengan bawang merah, daun jeruk, kemangi, cabe merah dan daun bawang.


Rasa dan tekstur dari Panada berbeda dengan pastel meskipun secara penampilan. Kedua kue ini terlihat sama. Kulit dari Panada lebih tebal sehingga tidak akan menghasilkan suara kress saat kamu menggigitnya. Isian cakalangnya yang berasa pedas dan gurih cocok dengan kulit Panada yang lembut namun krispi pada pinggirannya.


4. Papeda/ Bubur Sagu.



Papeda atau Bubur Sagu adalah makanan yang populer di daerah Maluku, Papua juga di Sulawesi Selatan dengan nama Kapurung. Papeda atau bubur sagu disajikan dengan cara disiram dengan air panas lalu diaduk hingga mengembang. Lauk pendamping papeda biasanya adalah ikan tongkol atau mubara yang dibumbui dengan kunyit, ikan berkuah pedas atau sayur tagas-tagas yang terbuat dari campuran daun singkong, bunga pepaya, dan ubi jalar.


Semoga bermanfaat



Powered by Blogger.