Ads Top

Bocah yang Tewas saat Bagi Sembako di Monas Tak Ditemani Orang Tuanya

Suasana duka menyelimuti keluarga Junaedi. Ia baru saja kehilangan putra pertamanya, Mahesa Junaedi (12) saat mengikuti Pesta Rakyat di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (28/4). 

Karena masih dalam suasana berduka, ayah korban, Junaedi, menolak untuk memberikan keterangan.

Saya masih berduka, tolong pahami, saya tidak bisa berpikir, ujar Junaedi ketika ditemui di kediamanya, di RT 004/ RW 11, Pademangan Barat, Jakarta Utara, Selasa (1/5).

kumparan (kumparan.com) kemudian kami menggali keterangan dari Muslimin (74), ketua RT 004, Pademangan Barat. Ia mengatakan, Mahesa pergi ke Monas tanpa pengawasan orang tua nya. Saat kejadian, Mahesa pergi bersama seorang teman mengaji, Akmal (10).

Dia pergi sama rekannya, hari Sabtu pagi jam 9 sama si Akmal. Naik bus pergi ke Monas, tidak didampingi orang tuanya, ucap Muslimin. 

Muslimin menjelaskan, hingga pukul 16.00 WIB, orang tua Mahesa Khawatir karena anaknya tak kunjung pulang. Orang tuanya lantas mencari keberadaan putranya di Monas, namun mendapat kabar bahwa Mahesa dibawa ke RS Tarakan, Jakarta Pusat.

Sampai di sana, sekitar pukul 22.00 WIB, mereka menemui putranya sudah dalam keadaan tak bernyawa. Memang banyak korban di sana, kata Muslimin. 

Hingga kini Muslimin belum tahu apakah pihak penyelenggara Pesta Rakyat sudah berkomunikasi dengan keluarga korban. Muslimin menyayangkan bila belum ada itikad baik dari pihak penyelenggara.

Kami bukan meminta santunan, kami tidak mencari bantuan tetapi ini ada orang meninggal. Bagaimana pendampingan dan tanggung jawabnya, pungkas Muslimin. 

Mahesa sendiri dimakamkan pada Minggu (29/4) di TPU Budi Dharma, Semper, Jakarta Utara.

Acara bagi-bagi sembako di Monas akhir pekan lalu berbuah petaka. Ada dua orang tewas dalam peristiwa itu. Acara itu sendiri diselenggarakan oleh Forum Untukmu Indonesia.

Menurut Wagub DKI Sandiaga Uno, penyelenggara acara sudah bertemu dengan pihak Kadis Pariwisata dan Budaya. Dalam pertemuan itu, penyelenggara menyampaikan maaf.

"Kami prihatin, dan sedikit update buat teman-teman ya. Kemarin saya mendapat update dari Kadis Pariwisata dan Budaya, bahwa pertemuan dengan pihak penyelenggara sudah selesai dan pihak penyelenggara juga menyesal dan memohon maaf sebesar-besarnya dari lubuk hati mereka yang paling dalam kepada seluruh masyarakat Jakarta dan masyarakat Indonesia," beber Sandi di sela olahraga pagi dengan Ketua MPR di Senayan, Jakarta, Selasa (1/5).

Powered by Blogger.