Ads Top

Promosikan Minuman Keras di Sosial Media, 3 Wanita Ini Berurusan dengan Polisi



Tentu kita semua tahu efek buruk dari minuman keras, selain memabukkan dan membahayakan kesehatan, minuman keras juga merupakan sesuatu yang dilarang bagi beberapa agama. Keberadaan Minuman keras di Indonesia juga menuai polemik, tidak sedikit tindak kejahatan yang muncul akibat mengkonsumsi minuman keras.


Dan ternyata resistensi atau penolakan terhadap keberadaan minuman keras ini juga muncul di beberapa negara lainnya. Seperti halnya di Thailand baru baru ini dimana tiga wanita cantik harus berurusan dengan polisi karena unggahan videonya yang mempromosikan minuman keras melalui sosial media.



Ketiga wanita cantik yang bernama Janjira Jansaka, Nantida Poonyamanoj dan Nantarika Pueakkleang ini membuat video promosi melalui media sosial di mana mereka mempromosikan sebuah produk minuman keras. Dalam video tersebut mereka menggunakan pakaian maid, dan menggoda para pria agar datang mengunjungi mereka di Barcony Bar and Eatery, provinsi Saraburi untuk membeli satu botol minuman keras dengan diskon beli satu gratis satu dengan ketentuan hanya berlaku sampai jam 9 malam pada tanggal 23 Juli lalu.



Tapi petugas bar tersebut tidak pernah dilibatkan atau diberitahu atas apa yang mereka lakukan, saat mengetahui bahwa mereka menjual minuman keras, Petugas tersebut menggiring mereka bertiga sebuah pos polisi sekitar 70 mil sebelah utara ibukota Bangkok.



Mereka bertiga ditangkap dan dibebaskan dengan jaminan sementara atas pelanggaran Undang-Undang Pengendalian Alkohol negara bagian yang merupakan aturan larangan untuk mempromosikan minuman keras.



Sebuah pernyataan dari kantor polisi Sarburi mengatakan bahwa ketiga wanita tersebut ditangkap karena mengenakan pakaian yang tidak sopan dan mencoba mengiklankan alkohol. Mereka mengiklankan bahwa ada promosi bagi pelanggan untuk mengunjungi bar dan minum di sana sebelum pukul 9 malam, di mana mereka membeli satu botol dan mendapatkan satu botol lagi secara cuma cuma.


Meski aturan ini sudah ada sejak tahun 2008 , namun tak begitu berpengaruh terhadap peredaran alkohol.Aturan ini mulai di terapkan secara ketat semenjak Junta Militer berkuasa. Ketiga wanita ini diyakini sebagai wanita pertama yang ditangkap sejak penegakan aturan pelarangan ketat alkohol yang mulai di lakukan secara ketat oleh junta militer.


Semoga bermanfaat



Powered by Blogger.