Ads Top

Lingchi Jenis Eksekusi Mati yang Terkejam di Dunia! Seperti Apakah Itu


Pada zaman dahulu, sebelum zaman modern seperti sekarang ini, beberapa lembaga hukum masih memberlakukan hukuman eksekusi mati bagi sebagian tahanannya. Para tahanan tersebut biasanya orang-orang yang melakukan tindak-kejahatan yang sangat berat, seperti pembunuh berantai misalnya. Dan, hukuman jenis itu (red: eksekusi mati) sudah biasa mereka lakuakan. Bahkan, terkadang, ada mewajibkan eksekusi mati tersebut harus dilakukan ditengah-tengah publik, alias para warga dipersilakan untuk menonton.


Nah, di beberapa negara, mereka memiliki tradisi hukuman eksekusi mati masing-masing. Salah satu contohnya seperti eksekusi mati yang terbilang cukup mengerikan di Korea Utara. Disana, katanya nih ya guys, Kim Jong Un pernah melakukan eksekusi mati pada salah satu menterinya berupa digigitin anjing sampe jadi tulang belulang, alias jadi santapan para anjing. Wuihh ngeri banget kan kedengarannya?


Eitss jangan salah, ternyata masih ada lho eksekusi mati yang lebih mengerikan dibanding yang terjadi di Korea Utara tersebut. Nah, eksekusi mati apakah itu? Namanya adalah Lingchi yang berarti kematian oleh seribu potongan atau irisan lambat.


Eksekusi mati Lingchi. Sumber foto: grid.id

Yup, sesuai dengan arti namanya, eksekusi yang dahulu terkenal di dataran Tiongkok tersebut membuat yang dieksekusi meninggal dengan cara yang sangat kejam dan mengerikan. Tubuhnya disayat-sayat dan dikuliti hidup-hidup secara perlahan-lahan oleh seorang algojo! Beuuhh sumpah merinding gue ngebayanginnya. Enggak kebayang kan betapa mengerikannya hukuman eksekusi mati tersebut.


Eksekusi ini dilakukan di Tiongkok sudah hampir 1000 tahun sampai abad ke-20. Memang, seperti yang udah gue bilang tadi, eksekusi jenis ini sungguh sangat kejam dan tidak manusiawi. Dan, hanya orang-orang yang melakukan kejahatan besar saja, ataupun jenis kejahatan yang dapat merusak tatanan norma sosial, yang akan menerima eksekusi ini. Oleh karenanya, eksekusi Lingchi masuk dalam kategori eksekusi mati yang paling mengerikan di dunia.


Sampai-sampai nih ya guys, seorang theorist yang bernama Georges Bataille pun pernah menuliskan tentang eksekusi ini dalam karya manuskripnya tentang teori budaya yang berjudul The Tears of Eros. Wah, jadi terbayang kan betapa terkenalnya jenis eksekusi mati tersebut. Nah, kalau tanggapan menurut kalian bagaimana?


Lalu, seandainya eksekusi tersebut diterapkan di Indonesia sebagai hukuman bagi para koruptor, bagaimana menurut kalian, cocok apa enggak? Well, cukup sekian cuap-cuap dari gue. Sumpah udah enggak kuat gue nulisnya, soalnya gue itu nulis sambil coba ngebayangin gimana itu yaa Lingchi Aahh jadi kebayang lagi dah, udahan dah ya


Semoga bermanfaat



Powered by Blogger.