Ads Top

Ini Kisah Keganasan Sniper Jepang yang Menewaskan Kolonel Amerika di Perang Dunia II


Dalam perang Pasifik, pasukan sekutu harus bersusah payah untuk menaklukkan Jepang, lawan mereka di medan Perag Dunia II. Salah satu medan  sengit pertempuran ada di Filipina. Di Filipina pula, Amerika harus kehilangan seorang kolonelnya yang mati karena peluru sniper.


Dikutip dari buku, Sniper, Sejarah, Perkembangan dan Perannya dalam PD II, yang ditulis Daud Darmawan (2010), Kolonel Amerika yang mati oleh penembak jitu Dai Nippon adalah Kolonel Joseph F. Hankins, seorang komandan batalion Marinir. Sang kolonel tewas di Pulau Peleliu, Filipina.


Sumber foto: orer.news

Di pulau ini, terdapat sebuah wilayah yang oleh tentara sekutu dijuluki Deads Mans Curve. Di zona horor ini, Kolonel Hankins tewas. Di zona ini pula, banyak personil marinir Amerika yang harus kehilangan nyawa karena ditembak penembak gelap Jepang yang bersembunyi di atas pohon -pohon berdaun lebat.


Kisah matinya sang kolonel sendiri cukup dramatis. Ketika itu, Kolonel Hankins memimpin pasukan yang menumpang beberapa mobil. Saat tiba di  Deads Mans Curve, pasukannya ditembaki sniper Jepang dari atas bukit. Tiga unit truk yang ditumpangi pasukan marinir Amerika jadi sasaran empuk sniper Jepang.  Akibatnya, mereka panik dan memilih berloncatan mencari perlindungan.


Tiga unit truk pun menghalangi laju mobil Kolonel Hankins. Saat itulah, sang kolonel keluar dari mobilnya, dengan maksud memerintahkan kembali anak buahnya masuk dalam truk. Baru saja keluar dari mobil, sebutir peluru melesat menghantam dadanya. Kolonel Hankins pun terjengkang. Satu peluru merobek dadanya. Ia pun langsung tewas di tempat. Sejarah pun mencatat, Hankins adalah perwira dengan pangkat tertinggi yang tewas di tangan sniper Jepang.


Semoga bermanfaat



Powered by Blogger.