Ads Top

Hubungan Presiden Soeharto dan Sultan Brunei Ini Jarang Diungkap, Sederet Fakta Ini Mengejutkan


Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei Darussam dan Presiden Soeharto.

Semasa hidup Presiden Soeharto dikenal bersahabat baik dengan para pemimpin negara ASEAN. Salah satu yang paling erat adalah dengan Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei Darussalam.


Dilansir dari Merdeka.com, Sultan mengisahkan pertemuannya kali pertama dengan Soeharto pada tahun 1981. Saat itu Brunei tengah bersiap menyambut kemerdekaannya dari Inggris Raya. Ia merasa perlu memperoleh dukungan dari negara-negara ASEAN, tak terkecuali Indonesia.


Sultan Brunei (kanan) bertemu dengan Presiden Soeharto.

Sosoknya tenang dan terhormat, seorang negarawan yang mempunyai kebijaksanaan dan kewibawaan, kata Sultan menggambarkan citra pertama dari Presiden Soeharto yang dilihatnya. Demikian tulis Sultan dalam buku Pak Harto The Untold Stories.


Ia pun gembira karena Indonesia menyatakan komitmennya untuk mendukung Brunei. Hubungan persahabatan di antara keduanya pun semakin hangat. Berulang kali Sultan berkunjung ke Indonesia, baik untuk keperluan negara atau sekadar berlibur ke Bali.


Sultan pun pernah menggelontorkan bantuan berupa dana segar sebesar USD 100 juta untuk keperluan pembangunan infrastruktur Indonesia pada tahun 1987. Sultan pun mengakui bahwa saat itu Indonesia adalah The Big Brother atau semacan kakak tertua di ASEAN yang sangat dihormati. Ia kagum dengan sosok Soeharto yang selalu tahu kapan harus teguh memegang prinsipnya dan kapan harus duduk berbincang dengan pemimpin ASEAN lain. Kekagumannya terhadap Soeharto juga dikarenakan Presiden Soeharto dinilai berhasil menjaga keutuhan Indonesia yang sangat luas dan beragam.


pertemuan Sultan Brunei dan Presiden Soeharto

Presiden Soeharto sangat dihormati di kalangan pemimpin-pemimpin ASEAN. Beliau merupakan pendiri dan sangat berjasa di kawasan ini, kata Sultan.


Di bawah Presiden Soeharto, Indonesia bukan sahaja dikenal di Asia Tenggara tapi di seluruh dunia, puji Sultan.


Setelah lengser, pun Soeharto masih bersahabat baik dengan Sultan Hassanal Bolkiah. Di saat-saat terakhir hidup Soeharto pun, Sultan masih penuh perhatian pada sahabat baiknya tersebut.


Pada 14 Januari 2008, Sultan menjenguk Soeharto yang terbaring di RSPP, Jakarta. Bahkan dia membawa serta mufti besar Brunei khusus untuk mendoakan Soeharto. Mufti merupakan kiai atau ulama besar pemimpin umat Islam di negara tersebut.


Fakta itu diungkapkan mantan Mensesneg Moerdiono. Begitu datang Sultan dan Mufti langsung mendekat dan mendoakan Soeharto.


Sultan memerlukan datang karena ingin melihat dari dekat keadaan sahabatnya, begitu istilah beliau, kata Moerdiono.


Sayangnya, ketika itu Soeharto tak sadarkan diri karena pengaruh medis. Sultan yang mengetahui kondisi itu pun tampak begitu prihatin.


Ia langsung kembali ke Brunai usai menjenguk sahabatnya tersebut. Menurut Moediono, kedatangan Sultan memang khusus untuk menjenguk dan mendoakan Soeharto.


Faktanya, itulah pertemukan terakhir kedua pemimpin tersebut. Berselang 13 hari setelah dijenguk Sultan, Presiden RI ke-2 yang akrab disapa Pak Harto ini meninggal pada 27 Januari 2008.


Presiden Soeharto akan tetap dikenang sebagai pemimpin besar Republik Indonesia dan merupakan sahabat karib saya dan Negara Brunei Darussalam.


Semoga bermanfaat



Powered by Blogger.