Ads Top

Selain Minum Sperma Berikut 3 Tradisi Suku Sambian


papua-tribe

Berbagai suku yang masih tinggal dan bermukim di daerah pedalaman umumnya memiliki tradisi-tradisi unik. Tradisi tersebut diturunkan dari nenek-moyang hingga berlanjut secara turun-temurun. Ritual dan adat istiadat tersebut masih dilakukan sebagai ritual budaya yang harus dijalankan.


Sambian, salah satu suku yang tinggal di pedalaman Papua Nugini, mereka hidup dan tinggal berkelompok, jauh dari kehidupan modern. Suku Sambian menjalankan tradisi yang unik dan tentu saja aneh bagi sebagian besar masyarakat yang bukan bagian dari mereka.


Anak-anak suku Sambian akan dipisahkan dari kaum wanita termasuk ibunya di usia 6-7 tahun sebelum berhadapan dengan 3 ritual yang harus mereka jalani. Dalam kurun waktu tersebut, mereka tinggal bersama lelaki dewasa.


Pada ritual pertama, mereka mengikuti proses ritual di mana setiap hidup dari anak-anak ditusuk dengan menggunakan batang rumput atau kayu kering yang runcing hingga berdarah.
Ritual kedua, anak-anak Suku Sambian akan dipukul dan dicambuk, tujuannya adalah untuk menguatkan fisik serta jiwa seperti seorang ksatria.
Ritual ketiga merupakan yang terakhir di mana mereka harus meminum sperma, bukan sembarang sperma, anak-anak tersebut mendapatkan sperma untuk diminum dari lelaki berumur 13 hingga 21 tahun dan juga milik tetua adat. Suku Sambian percaya akan keberadaan tingu. Tingu adalah bagian tubuh yang fungsinya untuk prokreasi. Nah suku Sambian beranggapan bahwa tingu tersebut layu dan kering ketika anak-anak dilahirkan. Satu-satunya cara untuk kembali mengisi tingu adalah dengan meminum sperma dari orang yang tepat.


Tradisi suku Sambian ini masih terus berjalan dan menarik minat para peneliti dan wisatawan untuk datang melihat serta mempelajari. Setiap budaya asing memang kadang bertentangan dengan budaya yang kita miliki, mereka juga mengalami hal yang sama. Itulah mengapa rasa menghargai terhadap budaya asing itu penting untuk menjaga harmoni.


Semoga bermanfaat



Powered by Blogger.