Ads Top

Royal Belanja Miliaran Rupiah di Luar Negeri, Fredrich Yunadi Siap Diperiksa Ditjen Pajak


Sering Belanja Miliaran Rupiah di Luar Negeri,Fredrich Yunadi Siap Ditelusuri Ditjen Pajak


Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) akan menelusuri rekam jejak pembayaran pajak Fredrich Yunadi, kuasa hukum tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP Setya Novanto.


Merespons pengakuan Fredrich, Ditjen Pajak melakukan penelusuran bahwa ia sering berbelanja hingga miliaran rupiah jika pergi ke luar negeri.


Saat dihubungi terpisah, Fredrich mengatakan, sebagai warga negara yang baik, ia siap jika rekam jejak pembayaran pajaknya diperiksa.


Pemeriksaan itu merupakan kewenangan Ditjen Pajak.


Silakan saja Ditjen Pajak telusuri, sebagai tugas dan tangung jawab mereka. Saya rakyat Indonesia yang patuh pajak dan tidak ada yang saya tutupi, ujar Fredrich, melalui pesan singkatnya, Selasa (28/11/2017).


Selama ini, Fredrich mengaku tak pernah ada masalah terkait kewajibannya membayar pajak. Ia juga tak pernah mendapatkan surat peringatan dari Ditjen Pajak mengenai pembayaran pajak.


Tidak ada (masalah). Baik-baik saja kok, ujar dia.


Pengakuan yang disampaikan Fredrich soal kebiasaannya itu menuai respons dari netizen. Ada yang mengunggah potongan video rekaman wawancara tersebut kepada DJP Kemenkeu melalui akun twitter @DitjenPajakRI.


Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku senang jika ada orang yang secara sukarela menyatakan kemampuan finansialnya di hadapan publik.


Ia menilai, pengakuan tersebut berguna dan turut membantu petugas pajak untuk memeriksa ketaatan yang bersangkutan sebagai wajib pajak (WP) di Indonesia.


Sebab, informasi seputar harta kekayaan seseorang dari publik merupakan bekal yang berguna bagi petugas pajak dalam melaksanakan pekerjaannya.


Meski demikian, dalam menjalankan tugas, petugas pajak tetap menjunjung tinggi asas konfidensial dan tidak akan memberi tahu ketika sedang memeriksa data keuangan seseorang.


Semoga bermanfaat



Powered by Blogger.