Ads Top

Kamu Pilih yang Mana, Caferacer atau Japstyle


Tampilan motor yang beredar saat ini sudah melalui proses desain yang sangat panjang. Tiap pabrikan baik Jepang atau Eropa, bahkan Amerika memiliki standar desain tersendiri untuk tiap model yang akan dirilis. Namun bagaimanapun juga, pasti ada orang yang tidak puas dengan tampilan dan memilih untuk memodifikasi motornya. Dua dari sekian banyak aliran modifikasi yang masih sangat fenomenal adalah Jap Style dan Cafe Racer.


1. Jap Style


moge2


Jap Style sendiri adalah salah satu aliran modifikasi yang berasal dari Jepang. Jenis modifikasi ini mulai populer sekitar tahun 80-an di Negeri Sakura tersebut. Ciri khas dari aliran modifikasi ini di antaranya, tangki bensin lebih kecil, mesin tanpa cover, rangka motor dicat lebih cerah serta penggunaan ban dengan ukuran lebih besar dari biasanya. Jap Style populer di Indonesia mulai 2010 dan sampai sekarang masih memiliki penggemar setia.


Masyarakat Jepang tidak secara khusus menamakan modifikasi ini Jap atau kependekan dari Japanese, namun mereka juga tidak mau dibilang meniru atau mencontek gaya modifikasi dari luar seperti Brat, Flat Tracker, atau Scramble, mereka punya gaya sendiri dan ciri khas sendiri yang tersemat di dalam modifikasi Jap Style ini.


2. Cafe Racer


moge3


Terbentuknya kultur Cafe Racer berawal dari booming-nya Youth Culture pada tahun 50-an. Kala itu band band dan penyanyi sekelas Eddie Cochran, Elvis Presley dan Gene Vincent mengalun di radio-radio. Saat itu para penikmat motor banyak nongkrong di kafe-kafe London dan mulai gemar membalap.


Seolah terbius dengan musiknya dalam waktu singkat, semua ini membuat sepeda motor dengan gaya yang khas seperti setang jepit, tangki fiber, bodi belakang, dan knalpot swept-back menjadi perlengkapan standar bagi penggila motor dan segera merebak menjadi budaya sendiri.


Semoga bermanfaat



Powered by Blogger.