Ads Top

Jennifer Dun Dikabarkan Hamil, Kuasa Hukum Membantah

Pesinetron Jennifer Dunn kini sudah mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Pondok Bambu, Jakarta Timur imbas terjerat kasus dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Di luar permasalahan hukumnya, ada kabar lain tentang perempuan yang kerap disapa Jedun itu.

Jedun dikabarkan tengah hamil lantaran tubuhnya terlihat lebih berisi dibandingkan sebelumnya. Namun, kabar tersebut dibantah oleh kuasa hukumnya, Pieter Ell. 

Ketika ditemui saat akan mendampingi Jedun dalam persidangan, Pieter mengatakan kondisi badan kliennya yang bertambah gemuk lantaran tak banyak melakukan aktivitas selama berada di Rutan Pondok Bambu. "Hamil nasi. Enggak ada (ciri-ciri hamil), sehat wal afiat," ucapnya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (26/4). 

Pieter juga telah menanyakan langsung kepada Jedun mengenai kabar kehamilan. Pemain film 'Buruan Cium Gue' itu menanggapi dengan santai kabar tersebut. 

"Kami bicara empat mata. Saya tadi langsung tanya, ketawa dia. Katanya enggak benar (hamil). Saya disuruh mengklarifikasi," tutur Pieter. 

Ketika bertemu Jedun, Pieter tidak melihat bahwa perempuan 28 tahun itu mengalami mual-mual seperti orang yang sedang hamil. Dalam pertemuan tersebut, Jedun juga meminta dibelikan makanan 

"Enggak ada (mual). Tadi dia minta nasi pecel. Sudah dipesan," ucap Pieter. 

Jedun menjalani sidang keempat hari ini dengan agenda pemeriksaan saksi. Ada dua saksi yang akan dihadirkan dalam persidangan, yakni Ferly Faisal Salim yang merupakan pemberi sabu dan seorang dokter yang melakukan assessment di Laboratorium Forensik Polda Metro Jaya selama proses penangkapan. Jedun ditangkap oleh jajaran Ditresnarkoba Polda Metro Jaya pada 31 Desember 2017 dengan kepemilikan 0,25 gram sabu. 

Selain masalah narkotika, Jedun sempat disebut-sebut sebagai perusak rumah tangga Sarita Abdul Mukti dan Faisal Harris. Namun berdasarkan keterangan dari Pieter, Jedun sudah menikah siri dengan Harris. 

"Jennifer Dunn dan Faisal Harris adalah suami istri. Dibuktikan dengan surat dan saya sudah lihat suratnya. Proses itu sudah dilakukan dua tahun yang lalu, 9 Desember 2016," kata Pieter ketika ditemui di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. 

Powered by Blogger.