Ads Top

Dikenal Karena Bajak Lautnya, Anak-Anak Somalia Banyak yang Kurang Gizi


Dikenal karena Bajak Lautnya, Anak-anak Somalia Banyak yang Kurang Gizi


Seorang wartawan Mirror, Tom Parry meliput tentang keadaan penduduk di Somalia. Terkenal dengan bajak lautnya, namun sebagian besar anak-anak di sana mengalami malnutrisi.


Dilansir dari Mirror, salah seorang anak yang bernama Hamdi Ahmed terdengar menangis sangat sedih di klinik malnutrisi. Berusia sekitar 6 bulan, si kecil Hamdi hanya berbobot 3,6 Kg, kurang dari setengah berat badan yang seharusnya. Lahir di pusat kekeringan terburuk di Somalia sejak tahun 1950 -belum hujan selama tiga tahun- Hamdi telah berjuang melawan kelaparan sejak hari ia dilahirkan.


Kepalanya ditutupi bercak putih, mulutnya merah dengan ruam sakit, dan matanya sulit terbuka. Dokter telah mencoba segalanya untuk menyelamatkan dirinya, tapi rupanya dia sudah terlalu jauh pergi ketika dia telah dibawa oleh ibunya, Fadumo, 28.


Dikenal karena Bajak Lautnya, Anak-anak Somalia Banyak yang Kurang Gizi


Di seluruh negara Afrika Timur, hampir 363.000 anak-anak rentan sakit kronis melalui gizi buruk, sedangkan enam juta orang membutuhkan bantuan pangan. Total lebih dari 20 juta orang telah menderita oleh krisis pangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di empat negara, termasuk Sudan Selatan, Nigeria dan Yaman.


Di Tanduk Afrika, kekeringan juga menyebabkan keluarga di Kenya Utara dan Ethiopia pergi tanpa makanan dan air. Dokter Said Hamed, orang yang melakukan pengobatan terpaik pada anak yang sakit, mengatakan, Kasus Hamdi adalah salah satu yang terburuk yang pernah saya lihat sejak kekeringan ini dimulai. Semakin buruk sejak ia tiba di klinik.


Tidak ada cara untuk bisa rehidrasi dia.


Dia tidak bisa menelan. Dia juga mengalami infeksi pada sistem gastro-intestinal yang berhubungan dengan kekurangan gizi.


Ibunya juga sangat kurang gizi dan karena itu dia tidak bisa menyusui, jelasnya.


Ketika kami mengatkan Hamdi telah tiada, dia begitu putus asa.


Dikenal karena Bajak Lautnya, Anak-anak Somalia Banyak yang Kurang Gizi


Setelah itu kita membantunya dengan ritual penguburan. Gadis kecil itu dibungkus kain kasa dan di tempatkan di sebuah kuburan segar di tanah di dekat sini. Semua dari kita sangat, sangat sedih ketika dia meninggal. Ini adalah hal yang mengerikan.


Fadumo telah melakukan perjalanan tiga hari yang melelahkan ke klinik stabilisasi dari rumahnya yang terpencil untuk mendapatkan bantuan bagi putrinya. Dr. Hamed mengatakan bahwa anak malang tersebut telah sakit selama tiga bulan. Sistem kekebalan tubuhnya pada dasarnya telah menyerah.


Kini berbagai pihak tergerak hatinya untuk membantu, salah satunya adalah para staff dari Save The Children di Somalia telah begitu terpengaruh oleh bencana yang terungkap ini. Mereka mengorbankan sebagian dari gaji mereka untuk membeli peralatan penting bagi klinik di mana Hamdi meninggal.


Semoga bermanfaat



Powered by Blogger.