Ads Top

Mengenal Keindahan Alam Indonesia Rangkong Gading, si Cantik yang Terpuruk


Tahun 2012, dilaporkan sekitar 6 ribu Rangkong Gading di Kalimantan Barat mati dibunuh dan diambil kepalanya untuk diperdagangkan. Paruh burung ini dihargai sangat tinggi dan digunakan untuk berbagai ornamen perhiasan/aksesoris dan diselundupkan ke China, Malaysia, dan Amerika. Inilah yang menyebabkan IUCN (badan dunia yang memonitor status populasi satwa liar di alam) menetapkan burung ini dengan status KRITIS. Artinya, burung ini kemungkinan akan punah di alam bila tidak ada tindakan untuk mencegah kematiannya akibat tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.


Rangkong Gading, si cantik yang terpuruk

Rangkong gading adalah salah satu burung berukuran besar (panjang 110-120 cm) yang hidup di hutan alam di Indonesia (Sumatera dan Kalimantan) dan beberapa negara tetangga (Myanmar, Malaysia). Sungguh tragis, apalagi mengingat bahwa burung ini hanya menghasilkan satu anak setiap masa kawin dan mereka tidak bertelur setiap tahunnya. Selain itu, burung ini juga hanya bersarang pada lobang yang terdapat pada pohon-pohon tinggi dan besar (diameter pohon 65 cm sampai 195 cm). Ini membuat nasibnya semakin tragis karena selain ancaman perburuan yang terus meningkat, pohon-pohon besar di hutan alami di dalam kawasan perlindungan alam dibabat secara illegal oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Kerumitan semakin menjadi dimana duit pemerintah yang ditujukan untuk kawasan perlindungan alam sangat kecil nilainya bila dibandingkan dengan negara lainnya. Contoh, tahun 2016 Malaysia mengucurkan sekitar 20 Dollar/hektar untuk melindungi kawasan perlindungan alamnya, sedangkan Indonesia hanya sekitar 3,2 Dollar/hektar.


Lalu kenapa kita harus perduli melindungi si Cantik ini? Rangkong Gading mempunyai peranan penting dalam menyebarkan biji-biji dari buan yang dimakannya. Hal ini menjamin bahwa bila pohon-pohon besar mati maka akan ada penerusnya sehingga hutan tetap terjaga. Sayang sekali fungsi si cantik ini mulai hilang akibat keserakahan manusia serta kurangnnya dukungan pendanaan untuk kawasan perlindungan alam.


Untungnya pemerintah segera mengambil langkah cepat. Sejak 2017 ini rencana penyelamatan si cantik mulai dirancang oleh para pemerintah dan para ahli. Diharapkan dokumen strategi penyelamatannya akan difinalkan tahun 2018, dan semoga saja belum terlambat untuk dijalankan sehingga generasi kedepan masih dapat melihatnya di alam bebas.


Semoga bermanfaat



Powered by Blogger.