Ads Top

Bikin Nangis! Beginilah Kisah Pengabdian Seorang Dokter Sampai Meninggal


Hidup yang bermakna adalah ketika punya manfaat kepada sesama. Karena seperti pepatah, gajah mati meninggalkan gading, harimau mati tinggalkan belang. Nah, manusia meninggal, meninggalkan kebaikan dan kebajikan. Ya, kebaikan yang akan dicatat. Ajaran agama menyatakan, amal kebaikan yang akan dikenang. Yang akan terus mengalirkan pahala.


Soal ini, ada sebuah kisah mengharukan, bahkan bikin nangis yang dilansir Brilio.net. Kisah yang bikin nangis ini tentang kebaikan seorang dokter. Dikisahkan seorang dokter bernama Chen. Dokter Chen yang berusia 52 tahun ini berasal dari Provinsi Jiangsu, China.


Sumber foto: Tribunnews.com


Semasa hidupnya Dokter Chen mendarmabaktikan keahliannya sebagai ahli bedah. Di kalangan dokter di China, nama Dokter Chen begitu harum. Ia dihormati. Dan disegani. Ribuan operasi telah dilakukannya. Tapi kabar buruk datang. Sang dokter dikabarkan ternyata mengidap penyakit kanker pankreas.


Namun yang mengagumkan Dokter Chen tak pernah mengeluh. Apalagi putus asa. Dalam keadaan sakit, ia masih melayani pasien. Sampai akhirnya, kesehatannya memburuk. Penyakit kanker pankreasnya kian parah. Hingga sang dokter tak bisa lagi beraktivitas.


Tahu hidupnya akan cepat berakhir, Dokter Chen memberi wasiat kepada ibunya, ingin mendonorkan organ tubuhnya intuk kepentingan medis.   Ibu, sejak aku menerima surat penerimaan dari universitas, aku selalu ingin berkontribusi pada dunia medis. Ini permintaan terakhir ku. Aku harap kamu setuju. Jangan biarkan aku menyesal ketika meninggalkan dunia ini, begitu banyi wasiat sang dokter seperti dikutip Brilio.net.


Tapi, karena penyakit kanker pankreasnya sudah parah, hanya kornea mata yang bisa didonorkan. Pada 27 Juli 2017 Dokter Chen menandatangani surat persetujuan mendonorkan organ tubuh. Hanya selang beberapa hari setelah itu, sang dokter dipanggil Tuhan. Kepergiannya banyak ditangisi koleganya. Mereka kagum dengan dedikasi dan pengorbanan sang dokter. Dan yang mengharukan, kornea matanya sudah menyelamatkan dua pasien.


Dokter yang pantas jadi teladan. Jadi contoh. Cintanya kepada sesama sampai akhir hayat. Organ tubuh pun di donorkan. Andai dia tak menderita penyakit, mungkin hati dan jantungnya juga untuk orang lain.


Pengabdiannya tak bertepi. Dedikasinya tanpa batas. Bahkan ketika ajal sudah menjemput. Sungguh cintanya pada sesama abadi.


Semoga bermanfaat



Powered by Blogger.