Ads Top

7 Peribahasa Ini Sesuai dengan Keadaan Masa Kini, dari Pelakor Hingga Jomblowan


rainbow-509500_640


Menurut KBBI, peribahasa sendiri adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu (dalam peribahasa termasuk juga bidal, ungkapan, perumpamaan); 2 ungkapan atau kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku. Berikut 7 peribahasa yang sesuai dengan keadaan masa kini:



  • Kain lama dicampak buang, kain baru pula dicari
    Artinya: Menceraikan istri tua dan mencari istri muda. Peribahasa ini sangat cocok sekali dengan keadaan masa kini, ketika para pelakor mencari mangsa para suami beristri. Akhirnya, mau tak mau sang suami menceraikan istri muda dan mengawini istri muda.

  • Habis pati, ampas dibuang
    Artinya: Sesudah tidak berguna lagi, lalu dibuang, tidak dipedulikan lagi. Peribahasa ini cocok sekali disematkan kepada teman-teman, kerabat atau orang yang hanya datang ketika dibutuhkan dan pergi setelah urusannya selesai. Bertemu orang macam ini, buang balik. Jangan pedulikan lagi.

  • Air beriak, tanda tak dalam
    Artinya: Orang yang banyak bicaranya, biasanya ilmunya itu dangkal. Apakah kamu sering bertemu dengan orang macam ini? Ketika bicara besar sekali, namun realitanya dia sama sekali tidak berilmu. Hanya mengandalkan omongan saja.

  • Pecah anak buyung, tempayan ada
    Artinya: Tidak akan pernah kekurangan wanita untuk dijadikan istri. So, buat kamu para jomblowan, pegang teguh peribahasa ini karena masih banyak wanita di luar sana yang bisa kamu jadikan sebagai istri. Semangat buat para jomblowan!

  • Ikut hati mati, ikut mata buta
    Artinya: Jika terus menuruti kemauan nafsu, niscaya akan celaka juga. Peribahasa ini sangat relevan dengan keadaan saat ini, ketika remaja maupun dewasa dengan terang-terangan melakukan tindak asusila, akibatnya terjadi kehamilan di luar nikah, aborsi, terkena HIV/AIDS, pemerkosaan, dll.

  • Hakim kepada beruk
    Artinya: Meminta pengadilan kepada hakim yang tamak, niscaya akan merugi. Saat ini hakim banyak yang tidak jujur (tidak semuanya), meminta bayaran agar dimuluskan urusan hukumnya. Faktanya, banyak hakim yang terjerat hukum KKN dan ditangkap oleh KPK.

  • Hidung dicium, pipi digigit
    Artinya: Kasih sayang yang hanya pura-pura saja. Banyak sekali orang yang berpacaran, namun berpura-pura mencintai. Mungkin mereka hanya memanfaatkan pasangannya untuk status sosial, materi atau hanya sebagai main-main belaka.


Bagaimana menurutmu 7 peribahasa di atas? Apakah ada di antaranya yang sesuai dengan keadaanmu saat ini atau kamu melihat beberapa orang di sekitarmu yang seperti itu? Berikan tanggapan atau pendapatmu di kolom komentar di bawah, terima kasih.


Semoga bermanfaat



Powered by Blogger.