Ads Top

7 Mitos Penyakit Eksim yang Perlu Kamu Tahu


Eksim adalah salah satu penyakit kulit yang kerap dialami, terutama bagi mereka yang memiliki alergi tertentu.  Menurut Matthew J Zirwas MD, dari National Eczema Association beberapa faktor penyebab utama eksim adalah respon terhadap faktor dari dalam tubuh (seperti alergi), respon faktor dari luar, seperti cuaca atau sabun cuci. Selain itu, faktor stres dan iklim yang kering dapat berkontribusi bagi orang-orang yang sensitif.


Survei terbaru menyebutkan, bahwa sebanyak 10 persen orang dewasa dapat terkena, sayangnya masih banyak informasi tak akurat mengenai penyakit kulit satu ini yang beredar di masyarakat. Berikut adalah beberapa fakta dan mitos terkait kondisi penyakit kulit eksim yang mesti kamu tahu agar penyakit ini tetap bisa terkontrol baik.


Mitos 1: Semua eksim sama


sumber: healthline

Faktanya, begitu banyak macam dari penyakit eksim, meskipun tampilan dari luar terlihat sama. Dermatitis atopik bersifat kronik dan diturunkan adalah yang paling umum dialami anak-anak. Sekitar 90 persen kasus terjadi sebelum usia 5 tahun, dan gejalanya akan perlahan menurun seiring bertambahnya usia.


Sedangkan, pada usia dewasa lebih banyak mengalami dermatitis kontak, di mana peradangan terjadi ketika kulit bersentuhan langsung dengan bahan iritasi seperti sabun, deterjen, pelembut kain, atau bahan kimia lainnya. Rata-rata eksim terjadi, akibat lapisan permukaan yang melindungi kulit rusak, sehingga membuat kulit jadi kasar dan gatal.


Mitos 2: Menular


Faktanya, eksim tidak menular hanya dengan kontak fisik, meski banyak penyakit kulit yang bisa ditularkan lewat sentuhan. Profesor dermatologi dari Universitas Yale Mona Gohara. MD mengatakan, beberapa penyakit kulit yang menular, misalnya kulit yang terinfeksi bakteri seperti MRSA atau yang disebabkan virus seperti herpes.


Mitos 3: Eksim disebabkan stres


Faktanya, stres tidak menyebabkan eksim, namun bisa membuat kondisi lebih buruk. Stres akan meningkatkan hormon kortisol yang merusak kemampuan kulit untuk menahan air, sehingga menyebabkan kekeringan dan peradangan kulit. Untuk itu penting tetap mengontrol tensi, pastikan anda memiliki tidur dan olahraga yang cukup.


Mitos 4: Eksim selalu membuat kulit tampak mengerikan


eksim

Faktanya, beberapa tipe eksim sebetulnya ada yang cukup mudah diatasi dibanding lainnya. Dermatitis atopik memang jadi jenis eksim yang cukup sulit diatasi karena sifat genetiknya. Namun, banyak pula orang yang mampu mengatasi eksim dengan melakukan perawatan dan pengobatan yang tepat.


Mitos 5: Perawatan yang tentang pengobatan


Faktanya, obat-obatan memang sangat membantu penyembuhan eksim, namun gaya hidup juga memegang peran sangat penting. Perawatan eksim terkait dengan kebiasaan sehari-hari.


Beberapa tips perawatannya, antara lain mandi dengan air hangat dan sabun lembut, gunakan mosituriser rutin, gunakan bahan katun yang lembut untuk pakaian (bahan yang kasar akan membuat kulit gatal dan baju ketat akan mengiritasi kulit).


Menghindari faktor pemicu alergi juga penting, seperti debu, bulu hewan peliharaan, jamur, atau bahan iritan, seperti sabun, deterjen, shampo, cairan sabun cuci piring, udara lembab, cuaca panas, atau aktivitas yang membuat berkeringat.


Mitos 6: Eksim hanya sekedar masalah kulit


Faktanya, eksim bisa memengaruhi hidup orang lebih jauh lagi, menyebabkan gangguan kesehatan lain yang lebih dari sekedar masalah kulit. Riset terbaru dari Northwestern Medicine terhadap 62 ribu orang dewasa menemukan, bahwa orang penderita gangguan kulit cenderung merokok, peminum alkohol, dan jarang berolahraga dibandingkan yang tidak memiliki gangguan kulit. Pasien eksim pun juga banyak yang mengalami obesitas dan menggiring pada jantung, diabetes, dan insomnia.


Mitos 7;  Penderita eksim tak boleh berenang


sumber: vinevera.com

Faktanya, memang banyak orang berpikir bahwa kontak kulit dengan klorin akan memperparah kondisi, meski sebagian lain mengatakan klorin memiliki dampak positif pada kondisi seperti itu. Pastikan, kamu mengaplikasikan moisturiser sebelum berenang, dan mandi segera setelah selesai, lalu aplikasikan lagi krim.


Saat klorin dimasukkan ke kolam renang, maka konsentrasinya akan menurun seiring berjalannya waktu. Berdasarkan Asosiasi Eksim Nasional (National Eczema Association), semakin sering  menghabiskan waktu berenang, maka kulit sebetulnya akan mampu beradaptasi dengan air berklorin.


 


*Sumber: Prevention


Semoga bermanfaat



Powered by Blogger.