Ads Top

Pria Pecandu Rokok Elektrik Ini Melakukan Rontgen Paru-paru, dan Ternyata Hasilnya di Luar Dugaan


Rokok elektrik atau yang lebih dikenal dengan istilah Vape, belakangan begitu populer dikalangan anak muda, ada yang menyebutkan vape lebih aman daripada rokok konvensional, tidak sedikit juga yang berkeyakinan sebaliknya.


foto: facebook.com @Aldiano Ruby

Akan tetapi penelitian didunia medis menyatakan segala tindakan merokok, adalah prilaku buruk yang berdampak merusak kesehatan.


Sebuah video menjadi viral setelah diunggah oleh akun facebook yang dimiliki Aldiano Ruby, video tersebut ingin membuktikan keamanan rokok elektrik bagi kesehatan penggunanya.


Dalam video yang telah di share sebanyak 3500 kali ini, tampak seorang pengguna rokok elektrik, mendatangi sebuah klinik dan meminta rontgen paru parunya.


Dan ketika hasilnya diperlihatkan, ternyata tak ada masalah apa apa, paru paru nya sehat, seperti yang diungkapkan petugas klinik, meskipun pengguna rokok elektrik ini mengaku pecandu parah, ia biasa menghabiskan 3 kali cairan vape dalam sehari.


Namun faktanya rokok, dalam segala bentuknya adalah buruk bagi kesehatan, anggapan bahwa rokok elektrik lebih aman, disebabkan tidak menghasilkan asap rokok yang menyengat, adalah tidak benar.


Faktanya rokok eletrik ini lebih berbahaya bagi perokok aktif, karena mengandung Propylene glycol didalamnya, yang berupa cairan sintetis untuk memicu asap pada rokok elektrik.


Selain itu, juga terdapat zat karsinogen pada rokok elektrik, yang berpotensi memicu kanker, uap yang dihasilkan dari cairan rokok elektrik mengandung formaldehyde dan asetaldehida, pada beberapa kasus, kandungan karsinogen pada rokok elektrik, lebih tinggi daripada rokok biasa.


Seperti dilaporkan dalam sebuah penelitian oleh lembaga kesehatan Amerika, FDA, kandungan zat dalam rokok elektrik, berpotensi membuat paru paru mengalami iritasi, saat penggunanya mulai menghirup, cairan didalam rokok elektrik, berubah bentuk menjadi zat carbonyl, yang dapat mengakibatkan kanker.


Selain itu nikotin cair ini, Juga mengandung pengawet makanan, yang dapat menyebabkan bakteri pneumonia, seiring dengan tingginya frekuensi pemakaian vape ini.


Bahkan PBB melalui WHO, telah mengeluarkan larangan penjualan rokok elektrik ini diseluruh dunia, disebabkan bahaya penggunaannya, meskipun legal rokok adalah penyebab kematian utama dibumi, diperkirakan rokok telah membunuh lebih dari setengah penggunanya, dengan lebih dari 30 jenis penyakit yang ditimbulkan.


Jadi, baik itu rokok konvensional maupun rokok elektrik, sama sama beresiko terhadap kesehatan, penggunaan dalam waktu lama, berpotensi menimbulkan penyakit serius bahkan kematian.


Semoga bermanfaat



Powered by Blogger.