Ads Top

Alih-Alih Bikin Langsing, 7 Diet Ini Malah Bisa Membuat Nyawa Melayang


Diet


Kebanyakan orang pasti ingin memiliki tubuh proporsional yang enak dilihat. Apalagi di tahun 2018 ini, tren mencapai body goals lagi gencar-gencarnya dilakukan masyarakat. Sayangnya untuk mencapai tubuh indah banyak orang yang sembarangan memilih diet. Padahal, tidak semua diet cocok dengan kondisi fisik seseorang. Bukannya berat badan turun, beberapa jenis diet malah membuat fisikmu lemah dan kesehatan menurun. Dan bahkan, para ahli gizi sepakat melabeli beberapa diet sebagai cara berbahaya untuk menurunkan berat badan. Nah, berikut ini deretan diet berbahaya yang sebaiknya kamu hindari.


1.Diet golongan darah


abob


Dilansir dari boombastis, diet ini menjadi salah satu yang pernah paling populer di Indonesia. Diet ini didasari keyakinan bahwa makanan yang kita konsumsi bereaksi atau memiliki hubungan yang kuat dengan golongan darah. Tapi saat menjalani diet ini, seseorang berpotensi mengalami kekurangan nutrisi sebab menghindari makanan tertentu secara terus-menerus.


2.Diet cacing pita


diet-cacing-pita


Meski terbilang menjijikkan, diet ini banyak digandrungi orang-orang yang ingin cara instan untuk menurunkan berat badannya. Caranya dengan mengonsumsi pil cacing pita yang kemudian akan tumbuh dalam usus. Cara ini memang terbukti cepat untuk menurunkan berat badan secara drastis. Sayangnya, cacing pita yang hidup dalam usus bisa tumbuh sangat besar dan dapat menyebabkan penyait diare, kram perut, pusing kepala, epilepsi, bahkan kematian.


3.Diet makanan bayi


baby food

Seperti namanya, diet ini mengharusnya pelakunya untuk mengkonsumsi makanan bayi seperti bubur. Meski tergolong efektif untuk menurunkan berat badan, namun The National Fiber Council menegaskan bahwa kebutuhan serat 25 gram per hari jadi tak terpenuhi. Akibatnya, resiko kekurangan serat, lemak, dan protein membuat tubuh lemas dan pencernaan pun terganggu.


4.Diet hormon


diet-hormon


Diet ini merupakan satu dari sekian diet yang kontroversial sebab harus didahului dengan menghindari sumber-sumber kafein, gula, produk susu, jagung, kentang, minyak, kacang-kacangan, jeruk, dan anggur. Proses selanjutnya adalah dengan mengonsumsi makanan tinggi protein dan sayur-sayuran. Tapi diet ini juga tidak dianjurkan sebab meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.


Semoga bermanfaat



Powered by Blogger.