Wanita Perokok Hingga Hamil di Luar Nikah; ‘Tren’ Kekinian yang Melenceng Jauh dari Sejarah

loading...

6 Maret 2017

Dari tahun ke tahun, perkembangan jaman yang ada di Tanah Air kini semakin modern dan semakin canggih pula, namun di saat perkembangan jaman yang semakin meningkat ini, justru di saat itu pulalah menurunnya perilaku dan iman manusia. Bahkan saat ini, tak sedikit beberapa orang rela menjerumuskan atau mengorbankan masa depannya itu hanya untuk demi mengikuti perkembangan jaman yang ada, agar mereka dapat dikatakan tidak ketinggalan jaman atau yang sering mereka bilang GAUL. Walau, itu semua mereka lakukan hanya untuk kepuasan atau kesenangan sesaat.

1. Merusak tubuh?

Ini mungkin sering sekali kita melihatnya dan dapati di beberapa jalan raya ibu kota. Bahkan bukan hanya di ibu kota saja, sekarang di kota-kota kecil pun sudah banyak juga. Bahkan sekarang, di media sosial pun telah banyak yang mengunggah.

Banyak pemuda/pemudi yang telah rela merusak anggota tubuhnya hanya untuk sebuah gaya, yang hanya sesaat saja. Telah banyak cara juga yang mereka telah perbuat untuk mengubah anggota tubuhnya (yang menurutku itu justru malah merusaknya), dengan cara menindik telinga atau hidung atau juga anggota tubuh lainnya. Selain menindik, mereka juga banyak yang menato anggota tubuhnya. Mereka semua melakukan itu demi untuk mengikuti tren gaya jaman sekarang. Selain itu, juga agar tampak kelihatan gaul di mata teman-temannya.

Dalam hatiku, aku selalu bertanya “Bukan kah perbuatan ini dilarang agama? Karena sesungguhnya Allah membenci orang-orang yang telah merusak anggota tubuhnya. Dan selain itu, bukan kah banyak perusahaan atau profesi yang menolak jika diketahui anggota tubuh kita ada yang bertindik ataupun bertato?”. Lalu pertanyaan ini muncul di benakku “Haruskah mengikuti pergaulan yang ada?”.

2. Hamil di luar nikah:

Banyak ku temui, seringkali sepasang kekasih yang umurnya, perkiraanku masih lah sangat remaja. Iya, kira-kira antara 15-19 tahun, itu berboncengan motor dengan berpelukan, bermesraan, ataupun bercumbu di depan umum. Tak sedikit dari mereka pula akhirnya melakukan perbuatan seks yang seharusnya tidak mereka lakukan.

Banyak hal yang melatarbelakangi terjadinya perbuatan seks tersebut, di antaranya adalah mereka yang terjerumus pada seks tersebut awalnya beranggapan; “Belum gaul kalau lu belum pernah digauli”. “2015 masih jomblo? Ke laut aja deh”. “Truk aja gandengan, masa lo nggak sih?”. Dan masih banyak sekali semboyan-semboyan yang sering diucapkan oleh para remaja saat ini, entah untuk lelucon ataupun menyindir temannya. Dari semboyan-semboyan berikut inilah yang tanpa sengaja mengakibatkan para remaja perempuan atau lelaki tidak selektif memilih orang untuk ia jadikan kekasih hatinya.

Lalu, setelah mereka mendapat seseorang kekasih, di sinilah ajang pamer kemesraan itu terjadi dan dimulai. Antara satu dengan yang lainnya saling memamerkan kemesraan bersama kekasihnya. Dan dari sinilah lama-lama mereka semua melakukan perbuatan yang dilarang dan dibenci oleh agama, yaitu melakukan perbuatan seks sebelum menikah, hingga pada akhirnya si wanitanya tersebut mengalami hal yang sangat fatal, yaitu hamil di luar nikah.

Pada zaman dahulu, hamil di luar nikah adalah perbuatan yang sangat memalukan dan tentunya aib yang jelek dan memalukan untuk keluarga, namun pada jaman saat ini hamil di luar nikah itu adalah bukan hal yang sangat memalukan lagi atau bahkan hanyalah hal yang sepele. Karena apa? Karena di antara mereka yang telah hamil di luar nikah itu justru banyak dari mereka yang bangga karena telah melakukan perbuatan itu. Bangga karena mereka telah hamil di luar nikah. Banyak dari mereka yang telah bangga meluapkan kebanggaannya itu dengan mengunggah foto kehamilannya di sosial media (padahal ia pun belum menikah). Bangga kah yang ada di perasaannya saat itu?

Dan pertanyaan ku masih sama, “Haruskah mengikuti pergaulan yang ada?”

3. Wanita perokok:  

Aku sendiri pun adalah seorang wanita, tetapi tak pernah sedikitpun terlintas di pikiranku untuk merokok ataupun mencobanya walaupun itu hanya sekali. Lalu mengapa kebanyakan wanita di luaran sana melakukan itu? Bahkan juga tak sedikit dari mereka yang terlihat sangat bangga ketika melakukannya?

Bahkan, saat ini pun tak sedikit ku lihat perempuan jaman sekarang ini yang merokok, apalagi di tengah maraknya pergaulan yang ada di ibu kota. Beberapa belas tahun silam, kita dikagetkan dengan diberitakannya beberapa anak laki-laki yang masih sekolah tingkat SMP tengah asik merokok juga. Namun beberapa tahun belakangan ini, berita yang sedang marak yaitu, sekarang sering sekali kita dapati perempuan-perempuan perokok. Berita ini pun sepertinya sekarang menjadi hal yang sudah sangat biasa di tengah maraknya pergaulan yang ada.

Entah apa yang melatarbelakangi perempuan-perempuan itu merokok? Apakah faktor mereka yang melakukan itu, semuanya murni karena mengikuti pergaulan yang ada? Lalu apakah semboyan “Nggak ngerokok maka lo nggak gaul” itu telah benar-benar mempengaruhi perempuan-perempuan jaman sekarang? Tak pernah kah perempuan-perempuan di luaran sana yang merokok terpikir sedikitpun dampak bahaya dari merokok itu apa? Dan pertanyaan ku lagi-lagi masih sama, “Haruskah kita mengikuti pergaulan yang ada?”

4. Sisha, anak di bawah umur:

Pada 2 tahun terakhir ini, sisha atau hookah asal dari Timur Tengah, kini sedang menjadi tren di kalangan anak muda yang haus akan pergaulan yang ada.

Apa Itu sisha?

Sisha itu dasarnya adalah semacam atau sejenis cara menikmati tembakau dengan cara yang berbeda, sisha atau biasa juga disebut hookah merupakan gaya merokok tembakau ala Timur Tengah. Cara merokok sisha pun berbeda dengan mengisap rokok tembakau pada umumnya (yang biasa kita lihat dan temui). Sisha itu menggunakan tabung yang berisi air, di dalam tabung itu terdapat tembakau yang dipanaskan dengan ditambahkan rasa buah-buahan. Tabung sisha juga dilengkapi dengan selang untuk menghirup asap yang dihasilkannya.

Asapnya yang beraroma buah-buahan membuat orang-orang menjadi penasaran untuk mencobanya. Akhirnya, merokok ‘buah-buahan’ ini pun dijadikan pilihan dengan alasan lebih menyehatkan ketimbang merokok tembakau biasa. Mereka pun menganggap asap sisha tidak berbahaya, karena semua racun pada tembakau telah diserap oleh air. Namun faktanya tidak seperti itu, justru sisha lebih bahaya dibandingkan dengan merokok tembakau pada biasanya.

Hal ini dikarenakan proses di dalam sisha menghasilkan lebih banyak karbon monoksida daripada rokok. “Ruang dalam sisha relatif terpencil, relatif terhadap lingkungan eksternalnya, relatif terhadap perokok yang merokok di udara terbuka,” ujar Dr Louis (yang informasinya ku kutip dari salah satu artikel yang pernah aku baca). Sehingga kandungan racun yang dihasilkan sisha lebih banyak dibandingkan dengan rokok.

Namun pada saat ini, tren merokok sisha pun semakin digandrungi masyarakat Indonesia. Pada umumnya anak-anak yang masih di bawah umur atau masih sekolah, kini telah mencoba sisha atau hookah asal Timur Tengah ini. Dan kini, sisha juga telah menjadi salah satu bagian tren dari pergaulan di Indonesia terutama di ibu kota.

Laki-laki maupun perempuan, kini mereka mengisap sisha di sela-sela saat mereka tengah berkumpul bersama teman-temannya. Bahkan mereka juga memposting foto dimana mereka semua sedang asik memegang selang dari sisha tersebut. Sepertinya saat ini tren bahwa merokok itu gaul telah pudar dikalahkan oleh sisha.

Apalah gunanya terlalu memaksakan mengikuti semua gaya yang sedang marak pada jaman sekarang ini, bila pada akhirnya itu semua akan merugikan orang lain dan juga merugikan diri kita sendiri?

Mungkin saat ini kita masih merasa bangga karena bisa dikatakan gaul atau tidak ketinggalan jaman oleh teman-teman kita, namun pada 5 atau 6 tahun yang akan datang apa kata “gaul” masih dapat berlaku dan bisa mengantarkan kita ke sebuah kesuksesan dan keberhasilan? Bukankah yang tertinggal hanyalah penyesalan?

Dan selain itu, di sisi lain pun tanpa disadari kita juga telah merugikan keluaga kita sendiri, telah menghancurkan nama baik keluarga kita sendiri dengan perbuatan kita yang seperti itu. Ya itu semua yang bisa menjawab hanyalah diri kita masing-masing.

Mau mengikuti pergaulan yang ada dengan diakhiri oleh penyesalan atau biasa saja namun diakhiri dengan kesuksesan? Cermatlah kalian dalam memilih teman. Be smart in thinking.

Yang jelas, yang saat ini ada dalam benak pikiranku, “Aku tidak akan melakukan itu semua karena aku tidak ingin menghancurkan semua impian ataupun cita-cita ku”.

Comment dong...