Teruntuk Adik Lelaki Ku yang Sangat Aku Sayangi

loading...

Dik.. Aku tak akan banyak berkata, tak akan banyak tinta ku torehkan dalam catatan sederhana ini. Usiaku dan usiamu tak terpaut terlalu jauh, bukan? Hingga dulu kita kerap kali bermain bersama, melalui semua bersama.

Dik.. Apa kau ingat? Saat kau duduk di bangku taman kanak-kanak, dan aku sudah duduk dibangku sekolah dasar. Saat itu letak sekolah kita bersebelahan, dan saat istirahat aku kerap kali datang menemuimu di taman kanak-kanak. Apa kau ingat apa yang aku lakukan ketika itu? Ya, kau benar sekali. Kala itu aku meminta separuh dari uang saku yang kau dapat dari Ibu. Hahaha. Dengan setengah hati mungkin kamu berikan setengah uangmu itu. Mungkin saat itu aku terlihat sangat menyebalkan, dan aku akui itu, maafkan!

Ingatkah kamu kala libur tiba? Coba kamu ingat kembali apa yang kita lakukan? Kamu tepat sekali! Kita selalu saja kabur pergi ke rumah Mbah Putri tanpa sepengetahuan ayah, dan ibu. Kita selalu memindik, kerjasama agar tak ketahuan mereka, lalu kita pergi melalui jalan pintas yang dulu kerap kita lalui.

“Jangan ke jalan besar, ya!” Kalimat yang kerap kita dengar, bukan? Kita dengar kala kita ingin bermain sepeda. Namun apa yang kita lakukan? Kita tetap bermain sepeda, dan lagi tanpa mereka tahu kita menyusuri jalan besar itu.

Dik.. Tak ada maksud apapun aku menulis ini, aku hanya mencoba mengenang masa menyenangkan itu. Jika kakakmu ini bisa berkata jujur, jujur aku rindu sekali masa kita kecil dulu. 

Dik.. Kini kita sudah tak sedekat dulu, bukan jarak yang menghalangi, melainkan kesibukan. Aku berangkat pagi pulang sore, begitu juga dengan kamu yang kini sibuk dengan masa SMA-mu itu. Kita hanya bertemu saat pagi, dan malam.  Sungguh aku rindu bermain bersamamu seperti saat kita kecil dulu, aku rindu melanggar aturan yang ayah dan ibu berikan saat kecil dulu bersamamu.

Dik.. Aku rindu kita yang tak ada jarak dulu. Aku rindu kita yang selalu berbagi segala hal bersama, aku rindu kita yang tak kenal kata privasi seperti saat kita kecil dulu. Aku harap seiring waktu berjalan, seiring kamu yang bertambah besar kamu masih mau membagi cerita baik suka, dan duka yang kamu lalui di sekolah. Termasuk mungkin tentang gadis yang nantinya mengisi hati adik lelakiku ini, aku harap kamu dapat gadis yang baik dan memang benar-benar pantas untukmu, Dik.

Kini adikku yang manis sudah tumbuh menjadi remaja tampan; yang mungkin digilai teman-temannya. Meski begitu, aku harap agar kamu tetap jadi adik kecilku.

Dik.. Jika kakakmu yang biasa kamu panggil Mbak Icha ini bisa berpesan; aku hanya ingin berpesan agar kau tetaplah jadi dirimu sendiri, untuk apapun yang terjadi nanti.

Mbak harap di sekolah kamu juga dapatkan teman baik yang bisa membawa dampak positif untukmu, dan menjauhkanmu dari segala hal negatif.

Salam sayangku selalu menyertaimu!

Comment dong...