Sering Digambarkan jadi Klimaks Kisah Cinta, Ini 5 Penjelasan Ilmiah Kenapa Manusia Suka Berciuman

loading...

29 Maret 2017

Bagi yang suka nonton drama Korea, pasti sudah hapal momen-momen klimaks ketika dua lakon utama akhirnya memastikan perasaannya untuk satu sama lain. Biasanya sih momen itu tidak bisa dilepaskan dari adegan ciuman. Bukan cuma drama-drama Korea saja, film-film Hollywood pun biasanya menggunakan formula yang sama. Meski ada konteks perbedaan budaya dan norma di berbagai tempat, ciuman sepertinya sudah diterima menjadi salah satu bentuk tertinggi dari ekspresi cinta. Ada yang harus berstatus halal dulu sebelum berciuman, ada juga yang menganggapnya sebagai sapaan sehari-hari.

Memang kenapa sih manusia suka berciuman untuk mengungkapkan rasa cinta?

Sebuah ciuman bisa memiliki banyak sekali arti. Namun bagi kebanyakan orang, sebuah ciuman adalah sesuatu yang spesial. Ya, ciuman yang diduga kuat sebagai salah satu pembuktian cinta ini ternyata memiliki fakta menarik dari sisi ilmu pengetahuan. Biar tidak penasaran, Hipwee News & Feature udah siapkan rangkumannya untukmu…

Ternyata ciuman bukanlah hal alamiah yang terjadi dari dalam diri manusia. Seperti banyak hal lain di dunia, ciuman juga memiliki sejarahnya

Mungkin evolusi dari insting alami ibu menyuapi anaknya via www.bitrebels.com

Dilansir dari Psychology Today, ciuman bukanlah hal universal pada manusia karena hingga sekarang ada pula kebudayaan yang tidak melakukannya. Kemudian, hal ini pun menunjukkan kalau ciuman bukanlah hal yang intuitif pada manusia, seperti yang dikatakan psikiater dan dosen asal Inggris, Nael Burton. Ada beberapa kemungkinan tentang bagaimana munculnya istilah dan aktivitas ciuman dalam kehidupan kita.

Ada yang mengatakan kalau ciuman merupakan pengembangan dari kiss feeding atau kala ibu memberikan makanan kepada bayi melalui mulut. Dan ada juga yang menyebut kalau ciuman merupakan perkembangan dari mengendus. Pada abad-abad awal, orang biasa mengendus untuk mempelajari kondisi orang lain. Mereka mengendus atau membaui orang lain untuk mengetahui suasana hati, kesehatan, dan status sosial. Katanya sih, ketika mengendus tak sengaja menyentuh bibir dan manusia merasakan hal yang lebih nyaman dengan cara itu. Duh, bikin nyaman ya emang?

Sebuah penelitian menyebut bahwa ciuman mampu mengakses kualitas genetis pasangan dan membuat hubungan lebih lama bertahan

Dapat mengukur keserasian pasangan via id.pinterest.com

Ada cukup banyak faktor yang mempengaruhi hubungan setiap pasangan bisa bertahan lama atau tidak. Salah satunya ialah faktor kebahagiaan. Sebuah studi yang diambil dari laman Everydayhealth mengungkapkan bahwa pasangan yang kerap berpelukan dan berciuman akan lebih bahagia, yang mana hal ini juga akan berdampak membuat hubungan mereka langgeng. Utamanya bagi pasangan paruh baya dan lanjut usia.

Studi ini dilakukan terhadap 1.000 pasangan yang rata-rata telah menikah selama 25 tahun. Mereka berasal dari Amerika Serikat, Brasil, Jerman, Jepang dan Spanyol dengan usia berkisar 40-70 tahun. Selain itu, ciuman dikatakan perlu untuk mengakses kualitas genetis pasangan dan meningkatkan ketertarikan secara seksual. Ketika sepasang manusia sedang berciuman untuk pertama kalinya, ada banyak reaksi hormon di tubuh karena saraf-saraf pada bibir terangsang. Nah, di antara reaksi hormon yang terjadi, kecocokan dengan pasangan pun bisa dirasakan.

Lebih dari sekadar perkara perasaan, ciuman nyatanya bisa berdampak baik bagi kesehatan. Duh, bahagianya yang sudah punya pasangan halal

Pun bagi kesehatan mental dan emosional via www.newhdwallpaper.in

Manfaat yang kasat mata nampak dari berciuman bibir dengan pasangan ialah hubungan asmara yang makin erat. Makin sering kamu berciuman dengan orang yang kamu cintai, maka kamu akan makin ‘terhubung’ dengannya. Selain itu, secara medis ciuman nyatanya juga mampu meredakan stres lho. Coba cium pasangan (halal)mu ketika stres, setelahnya kamu pasti akan merasa jauh lebih tenang. Sebab, berciuman memang bisa mengurangi ketegangan dan rasa cemas yang disebabkan oleh hormon stres kortisol. Saat berciuman, hormon itu akan berkurang dan digantikan oleh oksitoksin, hormon kebahagiaan.

Lebih dari itu, ciuman bibir yang dilakukan dengan penuh gairah ternyata bisa membuat otot-otot di sekitar wajah bekerja. Hasilnya, wajah dan leher akan terasa kencang dan bisa membuat wajahmu terlihat awet muda. Jantung dan denyut nadimu juga akan terpompa dengan baik saat berciuman. Pada saat yang sama, tekanan darah akan menurun dan terjadi pelebaran pembuluh darah. Tuhan nggak mungkin menciptakan sesuatu tanpa manfaat, ‘kan?

Kalau french kiss disinyalir bisa menyebabkan pertukaran virus antar dua orang, fakta lainnya ialah mampu meningkatkan sistem antibodi lho

Memang benar banyak kuman berpindah via inquisitr.com

Ciuman mampu meningkatkan sistem imun atau kekebalan tubuhmu. Fakta ini didapat dari peneliti Inggris yang dikutip dari yourtango.com, ciuman dengan orang yang sama selama enam bulan akan menghasilkan efek perlindungan yang optimal dari kuman dan bakteri jahat yang masuk ke dalam tubuh. Dan ternyata, yang berperan dalam melawan mikroorganisme jahat dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh itu ialah virus bernama Cytomegalovirus.

Virus itu terdapat pada air ludah, umumnya tidak berbahaya dan tidak akan menyebabkan penyakit serius. Ketika pertama kali berciuman, hanya sedikit virus yang dipindahkan dari air liur sehingga orang yang sistem imunnya buruk mungkin akan sakit setelah berciuman. Tapi, seiring dengan kuantitas ciuman yang meningkat. virus itu lama-kelamaan akan membentuk kekebalan dalam tubuh. Tapi yang perlu diwaspadai juga adalah, bagi mereka yang memiliki penyakit infeksi menular seksual atau infeksi lainnya, karena air liur juga bisa jadi perantara virus mematikan. Pastikan pasanganmu sehat dulu ya!

Menurut sains, saat ciuman akan terjadi pertukaran 80 juta bakteri. Tapi jangan parno dulu, jabatan tangan yang kita lakukan tanpa curiga pun sebenarnya mengandung 124 juta bakteri

Lebih sehat ciuman daripada jabat tangan via images6.fanpop.com

Dilansir dari Quartz, menurut sebuah editorial di American Journal of Medicine, akan ada sekitar 9 ml air, 0,7 mg protein, 0,18 mg senyawa organik, 0,71 mg lemak, dan 0,45 mg natrium klorida yang berputar-putar ketika kamu berciuman. Saat itu pula kamu akan melakukan pertukaran sebanyak 80 juta bakteri dari 300 spesies yang berbeda. Tentu saja fakta ini tak begitu mengerikan dibanding saat berjabat tangan, kamu akan bertukar sekitar 124 juta bakteri dengan orang lain.

Hal baik lainnya, berciuman akan membakar kalori sebanyak 26 kalori per menit, karena menggunakan 30 jenis otot yang berbeda. Hal ini sama dengan ketika kamu berjalan kaki dengan kecepatan 3 mph untuk membakar 5 kalori per menitnya. Kalau membakar kalori, bisa buat diet juga berarti ya?

Secara teknisnya, ‘budaya’ ciuman ini ditemukan oleh orang barat sekitar 2.000 tahun yang lalu. Beberapa studi mengungkap bahwa ciuman telah menjadi keintiman di hampir setiap budaya. Entah dengan menempelkan bibir dan bibir, pipi dan pipi, atau hidung dan hidung. Selama ini, bagi kaum hawa, ciuman cenderung digunakan sebagai takaran untuk menilai pantas tidaknya seorang pria untuk dijadikan pasangan. Sebab, wanita melihat ciuman sebagai cara penting untuk menunjukkan kasih sayang dalam hubungan jangka panjang.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Comment dong...