Selamat! Kini Kamu Tahu Betapa Egoisnya Aku, Sang Pemilik Hatimu

loading...

22 Februari 2017

Cinta itu aku dan kamu yang menjadi kita. Dari sebuat kalimat manis yang menjadi kesepakatan saling percaya. “Kamu tahu tidak, aku sangat menyayangimu? Ku yakin kau tahu!” Bukan hanya kemarin, saat ini dan nanti ku pastikan hati ini masih untuk mu.

Aku suka caramu menatapku,

aku suka caramu membuat ku tertawa,

aku suka lenganmu yang kuat,

aku juga suka wajahmu yang kurang begitu tampan.

Aku suka semuanya, aku ingin semuanya hanya untuk aku; tanpa membaginya sedikitpun.

“Aku tidak berubah, Sayang.”

Ku rasa aku hanya semakin cinta, cinta yang menjadi egois! Kurasa begitu.

Bukan ingin mebatasimu bukan juga mengekangmu, aku hanya tidak suka kau menghabiskan waktu dengan selainku. Kau tahu, Sayang? Betapa sakitnya mengetahui orang yang dulu pernah singgah di hatimu kembali menghubungimu?! Apa lagi ku tahu dia pernah sangat berarti bagimu. Ya, walaupun kau bilang sekarang hanya teman dan bahkan kau tidak pernah ada niat untuk menyakitiku (apa lagi menduakanku), mungkin kau lupa bahwa,

“Allah Sang pemilik hati, Penguasa hati dan Maha membolak-balikkan hati manusia.”

Aku sangat tidak ingin hatimu kembali untuknya! Sekalipun itu membuatmu lebih bahagia. Haha! Aku tidak setegar itu.

Aku seperti bocah yang tidak mau mainan kesayangannya direbut oleh orang lain. Kau bukan mainan, tapi sudah ku tetapkan bahwa aku ah pemilik hatimu, tanpa ada pihak lainnya selain ibumu. Jadi, tetaplah bersamaku.

Kau kini tahu betapa egoisnya aku dalam mencinta, bukan?

Comment dong...