Penyambutan Heboh dan Luar Biasa, Ternyata Ini Alasan King Salman Sekeluarga Berkunjung Ke Indonesia

loading...

28 Februari 2017

Headline berita belakangan ini serupa. Tentang rencana kunjungan Pemimpin Saudi Arabia, Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud. Dalam kunjungan kali ini rombongannya berjumlah 1500 orang, termasuk menteri dan pangeran-pangeran Arab yang rupawan. Rencananya, kunjungan ini akan berlangsung 1-9 Maret 2017. Untuk kunjungan kenegaraan dijadwalkan dari tanggal 1-4 Maret. Selanjutnya rombongan kerajaan akan terbang ke Bali untuk liburan sampai tanggal 9.

Yang menyita perhatian, penyambutan rombongan Saudi Arabia ini terkesan wow dan luar biasa. Menurut laporan Kompas, lebih dari 10.000 personil TNI telah disiapkan untuk jadi seksi keamanan. Sejak sebelum kedatangan, sudah ada 459 ton kargo yang dikirim dari Arab Saudi ke Indonesia. Isinya antara lain makanan dan minuman, perlengkapan kerja, furnitur, mesin x-ray, termasuk eskalator pribadi untuk turun dari pesawat.

Wow! Soal kemewahan, kerajaan Arab Saudi ini jelas tak perlu ditanya. Tapi kamu sudah tahu belum sih, apa tujuan kedatangan keluarga besar Arab Saudi ke Indonesia? Sempat juga beredar broadcast bahwa Raja Arab ingin membayari hutang Indonesia ke Cina sebagai dukungan kepada umat Islam. Tapi apa iya?

1. Kunjungan ke Indonesia ini merupakan salah satu rangkaian dari tour de Asia oleh keluarga Kerajaan. Agendanya tentu untuk memperkuat hubungan bilateral dengan negara-negara Asia

Rombongan Arab Saudi tiba di Malaysia

Rombongan Arab Saudi tiba di Malaysia via www.themalaymailonline.com

Sebenarnya kunjungan Raja Arab Saudi ke Indonesia adalah bagian dari tour de Asia yang dijadwalkan sebulan penuh. Sebelum ke Indonesia, Raja Salman dan rombongan sudah mengunjungi Malaysia. Setelah Indonesia, diperkirakan rombongan tersebut bertolak ke Jepang atau Cina. Menurut Sekretaris Negara, Pramono Agung, ada beberapa agenda yang akan dibahas dalam pertemuan kenegaraan selama 4 hari tersebut. Selain rencana investasi, juga ada rencana kerjasama lain yang hendak dibicarakan seperti kerjasama penanggulangan terorisme, jaminan keselamatan kerja, dan kerja sama lain yang bisa meningkatkan hubungan bilateral kedua negara.

2. Meski terkesan berlebihan, kunjungan ini memang sebenarnya penting banget. Ini kunjungan resmi pertama Kerajaan Arab Saudi dalam 47 tahun terakhir

Kunjungan Pemerintah Saudi 47 tahun lalu

Kunjungan Pemerintah Saudi 47 tahun lalu via news.metrotvnews.com

Menilik sejarahnya, kunjungan Kerajaan Arab Saudi ini memang tergolong langka. Setelah Raja Faisal berkunjung pada tahun 1970 lalu, belum ada lagi kunjungan Raja Arab Saudi ke Indonesia. Maka dari itu ketika Raja Salman memenuhi undangan Jokowi, berita ini disambut dengan gegap gempita. Sejak masa Orde baru, Presiden Indonesia sudah berkali-kali melakukan kunjungan ke Arab Saudi. Bahkan Presiden Jokowi sendiri dalam tiga tahun sudah 2 kali berkunjung ke sana. Dilansir dari Detik, kunjungan Raja Salman ini dalam rangka memenuhi undangan Presiden Jokowi dan menjadi ‘balas’ kunjungan.

3. Masyarakat Indonesia mungkin sekarang lagi terperangah dengan kekayaan Raja Salman, tapi sebenarnya perekonomian Arab sedang siaga lho. Mungkin karena itu juga Keluarga Arab mulai membidik investasi di berbagai negara

Perusahaan minyak Aramco

Perusahaan minyak Aramco via www.reuters.com

Kunjungan ini juga merupakan bagian dari reformasi ekonomi Arab Saudi yang disebut dengan Vision 2030. Selama ini 85% perekonomian Arab Saudi mengandalkan sektor minyak. Tapi dengan harga minyak dunia yang cenderung turun, Kerajaan Arab Saudi tentu harus mencari alternatif sumber ekonomi lain selain minyak. Defisit yang dialami pun tidak main-main. Bahkan di tahun 2015 lalu defisit anggaran mencapai 98 trilyun, sampai untuk pertama kalinya Arab Saudi harus mengajukan hutang ke Bank Dunia. Pemangkasan besar-besaran dilakukan, baik dari pengeluaran keluarga kerajaan, gaji pegawai, hingga subsidi.

Jadi dibalik mewahnya kunjungan ini, Arab Saudi sebenarnya sedang putar otak untuk mengatur strategi ekonomi baru, salah satunya adalah dengan investasi. Karena ini juga, pejabat Arab Saudi membawa serta perusahaan negara Saudi Aramco yang sahamnya akan dibuka untuk publik.

4. Selain ekonomi, katanya juga ada agenda politik nih. Arab Saudi ingin ‘bribik’ negara-negara Asia menjadi sekutunya

mencari sekutu

Mencari sekutu via guojiribao.com

Nah selain soal investasi dan peluang kerja sama Aramco, diperkirakan ada agenda politik juga nih. Kita tahu presiden baru Amerika Serikat yang ‘you know who’ itu sedang bersikap kurang bersahabat dengan negara-negara Timur Tengah. Meskipun Arab Saudi bukan salah satu negara yang di-block, tapi tetap saja situasi ini lumayan mengkhawatirkan. Kabarnya, Arab Saudi mulai melirik negara-negara Asia untuk dijadikan sekutu. Apalagi diprediksi beberapa tahun ke depan, Asia akan menjadi kekuatan ekonomi baru yang bahkan bisa mengalahkan Amerika dan Eropa.

5. Disamping membahas masalah negara yang rumit, rombongan kerajaan Arab Saudi juga menggunakan kesempatan ini untuk berlibur dan bersantai. Siapa tahu ada pangeran yang dapat jodoh orang Indonesia

Pangeran Mohammed bin Salman

Pangeran Mohammed bin Salman via sustg.com

Memang alasan terakhir ini terasa terlalu mengada-ada. Tapi sekadar menghibur netizen, boleh juga kita berandai-andai ada agenda #CariMenantu oleh Raja Salman. Yang sudah pasti ikut serta mendampingi Raja Salman tentu saja sang Putera Makhkota, Pangeran Mohammed bin Salman yang saat ini menjabat sebagai wakil kedua perdana menteri. Konon program kunjungan ini dicetuskan oleh Pangeran Mohammed. Selain itu, ada Pangeran Khalid bin Fahd bin Mohammed, Pangeran Mansour bin Saud, dan beberapa Pangeran anak Raja Salman. Tak ketinggalan, si cerdas dan tampan yang mengguncang media maya, Pangeran Abdullah Mutaib bin Abdul Saud dikabarkan akan ikut juga. Siapa tahu dari banyak pangeran yang ikut serta, ada yang memang jodohnya di Indonesia.

Banyak pakar yang memprediksi kunjungan Raja Arab Saudi ini bagai durian runtuh untuk Pemerintahan Jokowi. Pasalnya, tentu banyak kesempatan bisnis dan kerja sama yang bisa dilakukan. Tapi mari kita berharap, denngan semakin kuatnya hubungan bilateral dua negara, keselamatan dan kesejahteraan TKW dan TKI Indonesia di luar negeri semakin diperhatikan. Sehingga kita tak lagi-lagi mendengar berita TKW disiksa ataupun terancam dihukum mati di Saudi.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Comment dong...