Jadi Artis Instagram dan Teken Kontrak dengan Cosmetic Brand, Selamat Datang di Era Pria Berdandan

loading...

24 Februari 2017

Pensil alis, gincu, bedak, eye liner, hingga maskara, selama ini kita mengenalnya sebagai barang-barang cewek. Mulai wajah-wajah yang bersliweran di iklan kosmetik, hingga meme di internet yang menyindir sekaligus menertawakan lamanya perempuan dandan. Sejak zaman dahulu hingga sekarang, makeup memang identik dengan perempuan.

Sementara itu, tang, kunci inggris, obeng, dan alat-alat mekanik lainnya adalah barang-barang cowok. Pengkotak-kotakan ini membuat kita mudah menyimpulkan bahwa cewek yang suka bola berarti tomboy dan cowok yang pakai makeup berarti kecewek-cewekan. Tapi persiapkan dirimu sekarang. Ada arus baru baru di Instagram, yaitu pria-pria berdandan dalam Beauty Boy Movement dan beberapa sudah resmi jadi brand ambassador iklan!

Beauty vlogger atau blogger selama ini identik dengan wanita. Namun di luar negeri, beberapa pria mulai menjalani profesi yang sama

Gabriel Zamora

Gabriel Zamora via www.richardhartley.com

Beauty blogger dan vlogger memang bukan lagi hal baru. Di Indonesia kita mengenal Rachel Goddart, Sarah Ayu, Lizzie, Lizzie Parra, dan Dhana Xaveria yang kesemuanya adalah beauty vlogger. Yang saat ini menjadi pembicaraan adalah di luar negeri justru Lewys Ball, Gabriel Zamora, Manny Gueterrez, Jake Jamie, dan James Charles. Mereka adalah beauty blogger yang punya jutaan followers di IG dan subscribers di Youtube. Mereka semua adalah pria.

Gabriel Zamora menceritakan awal ketertarikannya pada makeup adalah saat dirinya melihat tutorial bagaimana caranya membuat matanya terlihat lebih besar. Karena tertarik dan ingin membuat matanya lebih besar, Zamora akhirnya mencoba dan membagi eksperimennya di internet. Kini Zamora punya ribuan pengikut, dan menjadi bagian dari gerakan Beauty Boy.

Gerakan ini juga menjadi dobrakan dalam konsep kecantikan. Menurut mereka make up bukan hanya milik kaum hawa, para pria juga berhak menutupi kekurangannya

pria juga berhak menutupi kekurangannya

Pria juga berhak menutupi kekurangannya via new.www.huffingtonpost.com

Tahun lalu Alicia Keys menggebrak dunia dengan gerakan #Nomakeup, karena ogah mengikuti pakem kecantikan yang sudah ada. Meski terkesan berkebalikan, tapi Beauty boy movement ini sebenarnya intinya sama yaitu menolak stigma dan pengkotak-kotakan. Seperti yang dikutip dari The Guardian, Zamona berpendapat Beauty Boy Movement adalah tempat untuk “setiap pria yang ingin lebih percaya diri dengan penampilan dan punya pikiran yang revolusioner bahwa makeup bukan hanya untuk perempuan”. Karena barangkali diam-diam banyak juga pria yang merasa matanya terlalu sipit, alisnya tidak terlihat, atau hidungnya kurang mancung. Bukan hanya perempuan ‘kan yang ingin terlihat menarik?

Memakai makeup bukan berarti mereka ingin menjadi perempuan. Melainkan ingin menjadikan make up sebagai milik bersama, tak memandang pria atau wanita

Jake Jamie

Jake Jamie via www.thesun.co.uk

Pertengahan tahun lalu, Jake Jamie, beauty boy dari Inggris sudah menciptakan hashtag #makeupisgenderless dan membuatnya viral sehingga banyak dukungan untuk akun Instagramnya, makeupbyjakejamie. Di balik penampilannya yang macho dengan kumis dan berewok, Jake memamerkan alisnya yang melengkung indah bagai bulan sabit dan juga review atas produk-produk kecantikan.

Kamu mungkin bertanya-tanya apa sih tujuan pria-pria ini pakai make up? Jawabannya tentu bukan karena mereka ingin menjadi perempuan. Bukan pula untuk mengajak lebih banyak pria untuk menggenakan make up. Tujuan dari gerakan ini lebih untuk menggeser sterotip bahwa make up hanyalah untuk perempuan dan pria yang memakainya sudah pasti tidak normal. Seperti kata Jake Jamie: “Suatu hari nanti, orang bisa hidup di dunia di mana make up bisa dinikmati oleh semua gender tanpa perlu dipertanyakan apalagi dihujat.”

Pria ber-make up sebenarnya bukan baru-baru ini saja. Rocker David Bowie dan Russel Brand sudah menggunakannya sejak dulu kala

David Bowie

David Bowie via wwd.com

Band rock My Chemical Romance, barangkali hanya salah satu band pria yang menggenakan make up saat tampil. Band beraliran punk rock asal Amerika, Green Day juga sering menggunakan make up berciri khas anak punk saat sedang tampil. Mundur ke belakang, almarhum penyanyi Prince dan desainer fesyen Boy George juga di kenal sering bereksperimen dengan make up. Mundur lagi ke belakang, David Bowie, yang meninggal tahun 2016 lalu juga diakui sebagai penyanyi yang gemar ber-makeup. Sosok David Bowie ini membawa pengaruh kuat dalam dunia queer, meninggalkan media dalam kebingungan tentang gender dan seksualitas, hingga muncul guyonan pertanyaan: Was he gay, bisexual, or Bowie?

Saat ini, para aktivis Beauty Boys mulai menjadi selebritis baru. Banyak yang sudah taken kontrak dengan merek kosmetik ternama

Manny Gutirrez brand ambassador Maybelline

Manny Gutirrez adalah brand ambassador Maybelline via mic.com

Mengikuti popularitas bauty boy, banyak merek ternama yang mulai mempertimbangkan pria sebagai brand ambassador mereka. Gabriel Zamora menjadi brand Ambassador MAC Cosmetics, Manny Gutierrez sudah teken kontrak dengan Meybelline, Rimmel London memilih Lewys Ball, sementara merek kosmetik dari Perancis L’Oreal meminang Jake Jamie.

Dengan pergeseran pandangan umum dan tren ini, bukan tidak mungkin menjadi peluang baru untuk industri make up. Yang biasanya terbatas pada kaum hawa saja, kelak bisa saja mengeluarkan produk-produk yang pas dipakai kaum pria.

Banyak mitos mengenai pria ber-make up. Mulai stigma ‘banci’ hingga gay. Padahal dia yang terlihat androgini, tidak selalu banci

Aming dan makeupnya yang selalu heboh

Aming dan make up-nya yang selalu heboh via hello-pet.com

Saat ini, kita masih berada di era bahwa pria ber-make up itu dianggap menyimpang. Predikat banci menjadi respon yang paling umum dia terima. Lalu orang-orang akan mempertanyakan orientasi seksualnya. Padahal bagaimana orientasi seksual bisa dilihat dari bedak dan glitter yang ditabur di badan? Di Indonesia kita mengenal artis Aming yang sering menggenakan make up tebal dan berdandan seperti perempuan. Lantas saat Aming menikahi Evelin Nada Anjani, publik gembar karena selama ini mengira Aming seorang homoseksual. Penampilan androgini tidak selalu berarti seorang pria itu banci. Ada yang memang menyukai make up thingy sebagai hobi, ada juga yang melakukannya sekadar menjiwai sebagai pekerja seni.

Dunia memang sudah berubah. Mungkin kelak akan benar-benar datang masanya pasangan belanja bersama di mal dan berdiskusi pensil alis merek apa yang hasilnya paling memuaskan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Comment dong...