Hey Pacarku, Terimakasih Karena Kamu Datang di Saat yang Tepat. I Love You!

loading...

6 Maret 2017

Menyerah bisa saja menjadi pilihan terakhir dalam hidupku. Kehidupan yang berisi beban berat yang harus kupikul dengan bahuku sendiri. Kehidupan yang tak pernah memberi kesempatan untuk berkeluh kesah atau sekedar mengatakan “Aku lelah”.

Kehidupan perih yang tetap harus terus kujalani, seperih berjalan diladang duri dengan bertelanjang kaki. Kehidupanku yang malang dan lara layaknya menari diatas bara.

Dunia terlalu sibuk dengan urusan masing-masing. Hingga “waktu” menghantarkanku dalam kesendirian. Aku bahkan sempat tidak punya alasan untuk bertahan. Bertahan dalam mengahadapi situasi rumit yang semakin menghimpit. Aku kehilangan harapan untuk meniti impian. Aku kehilangan arah untuk melangkah.

Pencarianku selalu berujung dengan kebuntuan. Pikiran dan tatapanku terkungkung dalam ruang kosong. Dan dengan sempurnanya, hembusan angin malah menghempaskanku semakin jauh dari kata “Bahagia”. 

Sampai pada saat itu, saat kamu berlari ke arahku. Menghampiriku dengan senyum lebar diwajahmu. Dengan sabar bantu menggopoh hidupku yang rapuh. Bersedia merelakan bahumu untukku bersandar. Setia mendengar cerita-cerita gelapku. Mengusap ribuan tetes air mata yang terjatuh dipipiku. Menghapus satu persatu luka kemudian menggantinya dengan ribuan suka. Kamu sedia mengulurkan tangan, meraih jemariku, dan menuntunku kembali berjalan. Pelan-pelan aku sadari kamu telah mengisi ruang kosong di hati. 

Kehadiranmu mengubah cara pandangku. Melihat segala sesuatu dari sisi lain. Mengubah pola pikir dari sebuah keburukan yang membuatku semakin terpuruk, menjadi sebuah kebaikan yang ternyata menenangkan. Cintamu serindang pepohonan yang meneduhkan semesta hidupku. Di dalam dirimu kutemui sejuta alasan untuk bertahan. Mensyukuri kisah kelam yang membuatku sempat terjatuh dalam. Memulai kembali semua dengan ayunan kaki yang lebih berarti. 

Terima kasih sayang, terima kasih untuk cintamu yang sempurna. Yang menemaniku di kala lara, menyemangatiku dengan berbagai cara. Terima kasih cinta, untuk semua sikap manismu yg membuatku merasa teristimewa. Terima kasih, karena kamu tidak pernah lari saat emosi meliputiku.

Kesabaranmu menghadapiku, keikhlasanmu berbagi denganku, ketulusanmu menghiburku, kesungguhanmu mengasihiku, kedewasaanmu mengajariku, prilakumu menjadi inspirasiku, dan caramu memotivasi jiwaku, membuat aku semakin percaya cintamu begitu nyata terasa.

Kamu telah memberi warna-warni di hari-hariku. Kamu menggoreskan tinta berharga dilembar kisah kita. Menggenggam tanganmu memberiku energi untuk bertahan. Denganmu aku berani mengumpulkan harapan-harapan. Bersamamu aku tidak takut untuk membangun kembali impian. Melangkah bersamamu mendekatkan aku dalam indahnya rangkaian cita-cita masa depan. Sekali lagi terima kasih sayang, terima kasih untuk segalanya.

Comment dong...