Eksistensi Cinta Bertepuk Sebelah Tangan di Era Modern Ini. Apa Kamu Pernah Mengalami?

loading...

6 Maret 2017

Hal yang tidak aku inginkan kini telah terjadi seperti beberapa waktu silam. Berat rasanya membiarkan hubungan ini berakhir dengan sebuah penyesalan yang berlarut-larut sampai detik ini.

Sungguh tak rela hati melepas kepergianmu yang jauh dalam hidup ini, namun semua perasaanku tidak ada arti bagi dirinya yang sama sekali tidak mencintaiku. Tidak ingin berlarut-larut membiarkan hubungan ini semakin rumit, sesal di hati apabila mengingat banyak anganku mengenai hubungan ini.

Maafkan aku yang memilih untuk berpisah darimu. Cinta yang aku harapkan selama ini tak terbalas dan telah sirna bersama dirinya. Aku yang tidak tahu bagaimana bisa berbulan-bulan dia menyembunyikan perasaan yang sebenarnya, dan aku harus menerima kenyataan pahit bahwa selama ini telah jauh terbelenggu dalam dunia fiksi yang dalam.

Tak tahukah engkau bahwa senyumku telah hilang, raut wajahku kian suram dan hati ini yang selalu memberontak ketika tak sengaja mengingat dirimu hadir dalam pikiranku.

Sosok siapa yang selama ini menghantui hati dan pikiranmu itu, sejauh ini tak pernah mengetahui semua kebenaran dari masa lalumu itu, yang aku tahu ada suatu kesedihan yang mendalam di dalam kedua bola matamu yang tak perlu engkau jelaskan kembali.

Apa salahku hingga engkau tak pernah bersedia membuka hati yang tulus untukku, dan sesungguhnya di setiap waktu yang terus berputar, aku selalu merindukan hadirmu walau semua itu hanya ada di dalam mimpi malamku bersama bintang yang selalu menerangi gelap di malam hari.

Ingin rasanya merasakan cinta yang sederhana. Satu pintaku sederhana, bahwa aku ingin dicinta seperti mereka yang saling mencinta semestinya. Tak pantaskah aku merasakan cinta yang tulus darimu, sungguh tak mengerti apa yang engkau inginkan dariku.

Sesakit inikah aku mencinta setelah mengetahui bahwa dirimu ternyata tidak pernah mencintaiku. Semua ini kesalahanku yang tak mampu melihat kejujuranmu dan tidak seharusnya terburu-buru menanggapi perasaan, bila perasaanmu hanya sekadar suka dan tidak lebih dari itu. Izinkan untuk meyakini hatimu bahwa aku bersungguh-sungguh mencintaimu bila engkau mengizinkannya. Untuk sementara ini, izinkan aku berkhayal menghabiskan perasaan yang tersisa untukmu walaupun kau tak pernah mencintaiku.

Engkau yang jauh di sana… Aku selalu berharap engkau akan mengetahui kebenaran hatiku ini, meskipun engkau tak pernah memercayainya. Terima kasih engkau yang telah berkenan hadir dalam hidupku walau hanya sementara, namun akan selalu terkenang hingga aku telah pergi jauh meninggalkan hari-hari kehidupanku.

Comment dong...