Belum Rilis di Amrik, Film Logan Sudah Premiere Duluan di Indonesia. Kok Bisa Ya? Ini 3 Alasannya

loading...

2 Maret 2017

Buat kamu yang sudah setia menanti-nanti film terbaru Marvel Logan, kemarin pasti kegirangan. Banyak yang tidak mengira film yang secara global rencananya dirilis tanggal 3 Maret besok, ternyata sudah bisa dinikmati di Indonesia sejak tanggal 1 Maret. Hanya ada segilintir negara saja lho yang tanggal rilisnya secepat ini. Selain Indonesia, hanya ada Perancis, Irlandia, Italia, dan Korea Selatan. Bahkan di Amerika Serikat saja rilisnya tanggal 3.

“Lah? Tapi kenapa ya kok Logan bisa tayang duluan di Indonesia?”

Menariknya, bukan cuma Logan saja film yang tayang duluan di Indonesia. Sebelumnya ada Avengers: Age of Ultron, Jurrasic World hingga Kingslaive: Final Fantasy XV ditayangkan di Indonesia beberapa hari dari versi globalnya. Kok bisa, ya? Nah buat kamu yang penasaran, nih Hipwee News & Feature punya teori dan alasannya.

1. Yang jadi alasan pertama jelas perkara jumlah penonton. Dengan populasi yang besar, Indonesia merupakan pasar potensial untuk Hollywood

Pasar penontonnya besar via www.21cineplex.com

Hitung-hitungan kasar aja lah, ya. Jumlah penduduk Indonesia saja lebih dari 200 juta jiwa. Angka tersebut jelas menarik bagi para pengusaha. Tak terkecuali industri film. Apalagi jika melihat fakta bahwa penghasilan Hollywood lebih besar datang dari pasar luar negeri daripada pasar dalam negeri. Tentunya banyak produsen film tergoda untuk menayangkan film lebih dulu di negara seperti Indonesia yang memiliki potensial pasar besar. Semakin cepat sebuah film dirilis di Indonesia, semakin besar pula kesempatan produsen meraup keuntungan.

2. Disamping itu, adanya anggapan bahwa ‘apa aja yang kekinian bakal laku di Indonesia’. Dari HP sampai film terbaru, Indonesia itu pasti dianggap pasar yang menguntungkan

Demi kekinian! via hipwee.com

Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat penggunaan media sosial yang tinggi. Artinya, banyak orang Indonesia menghabiskan waktunya di medsos. Apapun yang populer di medsos dilabeli kekinian dan dijadikan panutan. Tren lifestyle seperti ini merupakan peluang besar bagi para pelaku bisnis. Lihat saja deh pola marketing beberapa perusahaan dunia. Dari sepatu Crocs sampai HP Cina terbaru, semua pebisnis tampaknya tahu betapa menguntungkannya berjualan di Indonesia. Tak terkecuali produsen film Hollywood. Buktinya adalah begitu ada rilis film terbaru, pasti banyak banget postingan tiket bioskop atau check-in Path yang bertebaran di medsos.

3. Entah harus bersyukur atau miris, film Hollywood tayang lebih dulu di Indonesia juga guna mengantisipasi pembajakan

Takut dibajak makanya Indonesia sering didulukan via kompasiana.com

Harus diakui bahwa potensi pembajakan di Indonesia sangat tinggi. Sedari dulu dvd bajakan hingga film-film download-an lewat torent laku keras di negara kita. Baik pemerintah maupun masyarakat sendiri seakan kesulitan untuk menghentikannya. Maka dari itu keputusan produsen film untuk merilis filmnya terlebih dahulu di Indonesia, juga sedikit banyak karena masalah pembajakan. Mungkin takut dibajak jika dirilis terlebih dahulu di negara-negara lain, Indonesia seringkali mendapat giliran pertama untuk peluncuran film-film Hollywood. Seperti kasus film Doraemon: Stand By Me. Film ini kurang berhasil di bioskop karena sudah lebih dulu tersebar bajakannya.

Berbanding terbalik dengan Indonesia, Jepang justru selalu jadi negara terakhir dalam daftar rilis film-film Hollywood. Bahkan sebuah film bisa dirilis di Jepang, 6 bulan setelah negara lain

Kasihan juga sih penikmat film Jepang via jaybot7.com

Kondisi di Indonesia berbeda jauh dengan kondisi di Jepang sana. Sebagai contoh The Avengers yang seharusnya tayang pada 4 Mei 2012, baru tayang 14 Agustus 2012 di Jepang. Bahkan Up yang rilis di Amerika pada Mei 2009, baru ditayangkan di Jepang 6 bulan kemudian.

Kok bisa?

Penyebabnya ada beberapa. Regulasi bahwa film harus dialihbahasakan dulu jadi salah satu penyebabnya. Pun demikian dengan aturan untuk menjaga film lokal agar tak kalah saingan juga sangat diperhatikan di sana. Tapi yang paling bikin nyesek adalah fakta bahwa Jepang merupakan negara dengan tingkat bajakan yang sangat minim. Karenanya produsen film tetap merasa aman walau menayangkan filmnya rada jauh dari jadwal aslinya.

Kita sebagai orang Indonesia memang tidak pernah perlu menunggu lama untuk bisa menonton film terbaru. Meskipun seringkali merasa beruntung bisa nonton film duluan, tapi alasan-alasan di atas perlu dipikirkan juga sih. Soalnya miris juga ya kita seringkali dikasih jadwal pertama soalnya para produsen film Hollywood ternyata takut dibajak sama orang Indonesia.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Comment dong...