Ads Top

Transportasi Umum atau Transportasi Online



Seiring berkembangnya zaman, pertumbuhan serta perkembangan teknologi, bisnis, industri hingga jasa tumbuh sangat pesat. Bisnis jasa yang banyak dijumpai saat ini adalah bisnis transportasi. Trasnportasi sendiri diartikan sebagai pemindahan barang dan manusia dari tempat asal dimana kegiatan angkutan dimulai ke tempat tujuan dimana kegiatan pengangkutan diakhiri (Nasution, 2004).


Saat ini transportasi menjadi salah satu pembicaraan penting di Daerah Istimewa Yogyakarta, mengingat pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi yang didominasi oleh pendatang khususnya mahasiswa. Menurut Bank Indonesia jumlah mahasiswa di Daerah Istimewa Yogyakarta lebih dari 300.000 orang. Tingginya jumlah mahasiswa tentu semakin menuntut efektivitas, efisiensi serta kelancaran dalam mobilisasi, hal ini dikarenakan tingginya aktivitas mahasiswa dalam mobilisasi menuju kampus maupun menuju tempat-tempat umum lainnya. (Maryatmo dan Hendra,2011)


Tranportasi umum di DIY terdiri dari alat transportasi yang dapat mengangkut banyak orang seperti halnya bus. Seiring perkembangan zaman, jenis transportasi umum di Yogyakarta khususnya transportasi massal mengalami pembaharuan dengan keluarnya Trans Jogja pada Maret 2008 (Maryatmo dan Hendra,2011). Sistem tranportasi ini menggunakan sistem tertutup dimana penumpang hanya bisa naik Trans Jogja melalui shelter yang telah di sediakan dengan 6 rute khusus dan beroperasi mulai pukul 05.30-21.30 WIB.


Kapasitas penumpang nya sekitar 20 orang penumpang duduk dan 20 penumpang berdiri, dengan harga tiket Rp. 3.500,00 untuk berbagai tujuan dan/ atau menggunakan tiket berlangganan sehingga transaksi menjadi lebih mudah (www.Yogyes.com). Trans Jogja (TJ) ini di luncurkan oleh pemerintah bertujuan untuk memudahkan masyarakat yang hendak mengunjungi tempat tertentu di Yogyakarta dengan harga terjangkau dan juga mengurangi kemacetan serta polusi udara.


Perkembangan teknologi semakin memunculkan banyaknya inovasi-inovasi seperti halnya dalam bidang jasa transportasi. Memasuki tahun 2017 Indonesia Khususnya DIY mulai dimasuki oleh pelayanan jasa transportasi berbasis Online. Transportasi jenis ini mendadak menjadi sangat popular.


Tingginya mobilisasi yang harus dilakukan membuat terjadinya penumpukan kendaraan karena sebagian besar mahasiswa lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi. Fenomena ini membuat tingkat kemacetan meningkat sehingga menjadi alasan kebanyakan masyarakat enggan untuk keluar rumah. Di sisi lain masyarakat apalagi mahasiswa harus mobile untuk memenuhi kebutuhan, makan, bekerja ataupun mengirim barang. Hal ini yang menjadi salah satu latar belakang penggunaan transportasi online.


Berdasarkan survey yang dilakukan terhadap 100 mahasiswa diperoleh hasil bahwa kebanyakan masyarakat menggunakan transportasi online sebesar 56% karena lebih murah, cepat dalam melayani, mudah dan efektif serta lebih baik dan terjamin dalam hal kualitas dan pelayanan. Sedangkan mahasiswa yang biasa menggunakan transportasi umum memiliki presentase sebesar 44% karena merasa lebih nyaman, terpercaya, dan cenderung terjangkau sehingga lebih senang menggunakan transportasi umum.


Hasil survey juga menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat tidak mendukumg adanya penghapusan atau pelarangan terhadap salah satu jenis transportasi di DIY karena masing-masing memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Model tranportasi di DIY khususnya transportasi umum dianggap belum cukup memadai dan baik dalam hal pelayanan, sehingga apabila ingin melakukan kegiatan dengan kebutuhan waktu yang relatif singkat akan


Capture


Gambar 1 Diagram Presentase Jenis Transportasi Yang Sering Digunakan Mahasiswa


terhambat mengingat ketepatan waktu tranportasi umum belum bisa diandalkan. Hal ini yang membuat transportasi berbasis online dibutuhkan di kalangan mahasiswa mengingat efisiensi waktu sangat diperhitungkan. Di samping itu, apabila salah satu jenis tranportasi tersebut dihapuskan dikhawatirkan akan mengurangi lapangan pekerjaan dan akan mengganggu aktivitas masyarakat yang memerlukan jasa transportasi online untuk mempermudah mobilitas. Namun keduanya tetap dibutuhkan oleh seluruh masyarakat DIY, mengingat kebutuhan setiap orang berbeda-beda.


Harapannya Tranportasi di Yogyakarta dapat lebih elegan dengan mengikuti perkembangan teknologi dengan sistem ramah lingkungan, sehingga tidak menyebabkan polusi udara. Demi menjaga kepercayaan masyarakat akan lebih baik jika setiap jenis transportasi tetap memperhatikan ketertiban dalam berlalu-lintas seperti tidak ugal-ugalan dan melakukan perawatan terhadap armada.


Peningkatan kuantitas dan kualitas juga diperlukan seperti menambah jumlah armada dan ketepatan waktu antar shelter dengan jelas dengan tarif terjangkau mengingat tarif transportasi umum relative lebih tinggi jika dibandingkan transportasi berbasis online. meningkatkan kenyamanan dalam pelayanan serta keamanan dalam trasnportasi umum serta menggunakan SOP yang jelas seperti yang telah di terapkan pada transportasi online dan bekerjasama dengan pemerintah dalam mempertahankan standar dan kualitas transportasi, seperti dengan memperbanyak trayek, jumlah armada dan halte untuk transportasi umum seperti TransJogja.


Untuk mengurangi terjadinya penumpukan kedaraan sebaiknya transportasi online diberlakukan pembagian waktu operasional serta memperkuat SOP dan/ atau aturan-aturan resmi mengenai izin operasi sehingga tidak terjadi tumpang tindih antar transportasi umum dengan transportasi berbasis online. Akan lebih baik lagi jika pemerintah mau memadukan kedua jenis transportasi tersebut.


Semoga bermanfaat



Powered by Blogger.