Ads Top

Mengerikan! Di Suku Ini Anak Cacat dan Anak Kembar yang Baru Lahir Langsung Dibunuh


Sumber : bombastis.com

Kelahiran seorang anak adalah suatu hal yang amat ditunggu oleh setiap orangtua di muka bumi. Namun, lain halnya dengan para orang tua di suatu suku pedalaman Ethiopia. Di suku itu, para orangtua tidak segan-segan mengorbankan bayinya untuk dibunuh jika sang bayi terlahir dengan cacat fisik ataupun kembar.


Tradisi membunuh bayi yang dikenal dengan tradisi Mingi ini terjadi pada suku Karo dan Hamar. Tradisi ini menganggap bahwa anak-anak yang memiliki kelainan fisik akan memberikan pengaruh jahat pada orang lain. Tak ingin hal buruk terjadi pada warga desa, kepala suku pun memberi perintah untuk membunuh bayi cacat tersebut tanpa pemakaman yang layak.


Sebutan Mingi sendiri adalah julukan bagi bayi-bayi yang dianggap lahir tidak normal. Setiap tahun diperkirakan ada sekitar 300 bayi tak berdosa yang mati sia-sia hanya karena dianggap Mingi.


Seorang bayi bisa dianggap Mingi jika para bayi terlahir tanpa izin ketua adat, terlahir kembar, atau memiliki fisik cacat. Seorang anak juga dianggap Mingi apabila lahir dari seorang ayah yang gagal melakukan tradisi lompat kerbau sebelum menikah. Jika ketua adat sudah mengatakan seorang bayi sebagai Mingi, maka anak tak berdosa tersebut harus segera dibunuh.


Yang lebih sadisnya, bayi tersebut dihabisi dengan cara yang amat kejam. Biasanya mereka membuang bayi Mingi ke sungai yang penuh buaya. Ada pula yang meninggalkan di rawa-rawa dan membiarkannya kelaparan hingga meninggal atau dimakan binatang buas.


Pemerintah Ethiopia sendiri sudah melarang keras tradisi ini karena dinilai tidak manusiawi. Oleh karena itu, pemerintah Ethiopia memberikan solusi atas masalah ini dengan mendirikan panti asuhan Mingi. Bayi-bayi yang tidak diharapkan oleh desa tersebut akan ditampung dan dibesarkan oleh negara.


Untungnya, para penduduk desa pun mendukung adanya program tersebut. Mereka rela berpisah jauh dari anaknya, asalkan sang anak hidup daripada harus melihat anaknya mati di tangan tradisi yang tak bisa ditentang. Meski demikian, masih ada beberapa warga yang masih percaya dan nekat melakukan tradisi Mingi.


Semoga bermanfaat



Powered by Blogger.