Unik! Ini Dia 4 Pakaian Adat Paling Eksotis Saat Upacara 17 Agustus di Istana

Unik! Ini Dia 4 Pakaian Adat Paling Eksotis Saat Upacara 17 Agustus di
Istana

Suasana upacara 17 Agustus di Istana baik saat pengibaran maupun penurunan bendera terasa berbeda. Di akhir acara, suasana menjadi lebih riuh saat Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengumumkan lima tamu undangan dengan pakaian daerah terbaik.


Seperti saat upacara pagi, saat upacara sore panitia juga membentuk tim penilai untuk menilai siapa yang berbusana tradisional adat-adat daerah yang paling baik. Total sepuluh nama yang memenangkan kostum baju daerah terbaik berhak mendapatkan hadiah sepeda dari Presiden Jokowi.


Dari sepuluh orang dengan pakaian darah terbaik, ternyata ada 4 orang dengan pakaian yang paling nyentrik loh. Kira-kira, siapa saja ya mereka?


1701817-dpe-bisnis-16istana-_7_


Foto: republika.co.id


Syarif Muhammad Fitriansyah (Dayak)


Syarif, asisten ajudan Presiden, memilih untuk menggunakan busana adat Dayak lengkap dengan bulu yang menghiasi kepalanya. Alasannya adalah karena di sana merupakan tanah kelahirannya. Tak ada persiapan khusus ketika hendak memakai busana adat Dayak itu lantaran busana yang dikenakan Syarif dekat dengan latar belakang kehidupannya. Stunning banget deh!


Yasonna Hamonangan Laoly beserta istri (Nias)


Bapak Menkumham beserta istri terpilih menjadi salah satu tamu dengan pakaian adat terbaik di upacara pagi. Yasonna yang memang asli orang Nias memang kerap kali memamerkan baju adat daerah asalnya. Sama dengan Syarif, Yasonna langsung menunggangi hadiah sepeda dari Presiden itu dengan mengelilingi jalanan yang ada di Istana Merdeka.


yy5pa4nxtwyidr7gybsn


Foto: kumparan.com


Frans Maksim (Papua Barat)


Kepala Suku Arfak, Frans Maksim, meraih peringkat pertama baju adat terbaik. Frans mengenakan baju adat Papua lengkap dengan koteka yang menjadi ciri khas orang Papua. Ketika ditanya soal pakaiannya, dia hanya cawat-cawat dan tidak memakai celana dalam. Pria yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Istana Presiden ini langsung menjadi sorotan masyarakat. Dia langsung diajak untuk foto bersama.


Yusak Rumambi (Sulawesi Utara)


Kemudian yang terakhir ada Yusak Rumambi yang berpenampilan paling total dengan mengenakan baju adat Sulawesi Utara. Pakaiannya dianggap nyentrik dengan warna dominan merah dihiasi pernak-pernik kepala tengkorak imitasi. Semua mata pun tertuju pada Yusak saat dia berjalan menuju ke mimbar kehormatan. Unik banget deh!


Semoga bermanfaat