Museum Tsunami Aceh, Wisata Edukasi yang Akan Membawamu Mengenang Kembali Dahsyatnya Tsunami Aceh!

Museum Tsunami Aceh, Wisata Edukasi yang Akan Membawamu Mengenang
Kembali Dahsyatnya Tsunami Aceh!

Jurnalis FinJ 93


Sejak dibangunnya Museum Tsunami Aceh, kota Banda Aceh kini menjadi salah satu tempat wisata yang sering dikunjungi oleh para wisatawan. Terlebih pada saat tahun 2013 yang lalu, pemerintah mulai gencar menjalankan program visit Aceh untuk menarik wisatawan luar daerah hingga mancanegara datan untuk berkunjung. Tak hanya Museum Tsunami Aceh, di kota Banda Aceh juga banyak sekali tempat wisata menarik yang bisa dikunjungi. Mulai dari wisata sejarah, religi, hingga kuliner.


Museum Tsunami Aceh merupakan sebuah museum yang dibangun oleh Badan Rekonstruksi dan Rehabilitas NAD Nias. Tak hanya megah, museum yang didesain oleh walikota Bandung ini juga memiliki desain yang sangat unik. Selain menjadi sebuah monumen untuk mengenang peristiwa tsunami yang terjadi pada tahun 2004 silam, museum ini juga berfungsi sebagai wisata edukasi serta escape building jika dimasa depan tsunami kembali terjadi.


Jurnalis FinJ 93-1


Secara geografis, Museum Tsunami Aceh terletak di Jalan Sultan Iskandar Muda, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Aceh. Lokasi museum ini juga sangat strategis, yaitu tepat berada di jantung Kota Banda Aceh yang berjarak hanya 500 meter dari Masjid Raya Baiturrahman. Wisatawan yang datang juga bisa menggunakan kendaraan umum yang ada di Banda Aceh dan juga kendaraan pribadi untuk berkunjung ke museum.


Tak hanya memiliki nilai sejarah dan tempat untuk mengenang bencana tsunami, Museum Tsunami Aceh juga memiliki berbagai filosofi yang terkandung dibeberapa bagian bangunan museum. Jika dilihat dari samping, maka museum akan tampak seperti sebuah kapal besar yang seolah menjadi tempat penyelamatan. Namun jika dilihat dari atas, bangunan ini didesain untuk merefleksikan gelombang tsunami.


Jurnalis FinJ 93-2


Museum yang menjadi kebanggaan masyarakat Aceh ini dibangun pada tahun 2007 diatas lahan seluas 10.000 meter persegi. Dalam proses pembangunannya, diadakanlah sebuah sayembara untuk mendesain Museum Tsunami Aceh. Ridwan Kamil yang kala itu masih menjadi dosen Arsitektur di ITB, berhasil menyingkirkan puluhan kontestan lainnya serta berhak mendapat hadiah senilai Rp. 100 juta.


Museum yang memiliki luas bangunan 2.500 meter persegi ini menelan biaya mencapai Rp. 140 milliar dalam pembangunannya. Pada tahun 2009, proses pembangunan museum ini selesai serta diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhono namun baru dibuka untuk umum pada 8 Mei 2011. Bagaimana, apakah kamu tertarik untuk liburan ke Museum Tsunami Aceh? Tak hanya sebagai tempat untuk liburan, Museum Tsunami Aceh juga dapat kamu jadikan sebagai sarana edukasi yang dapat menambah pengetahuan kamu serta akan membawamu mengenang kembali dahsyatnya Tsunami Aceh tahun 2004 yang lalu. Seru banget kan?


Semoga bermanfaat